Pemerintah Akui Salah Tafsir Harga Gas Industri di Negara Lain

Selasa, 11 Oktober 2016 - 06:14 WIB
Pemerintah Akui Salah...
Pemerintah Akui Salah Tafsir Harga Gas Industri di Negara Lain
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui telah salah tafsir mengenai harga gas industri di negara lain. Selama ini, pemerintah mengira harga gas di beberapa negara ASEAN jauh lebih murah dari Indonesia, yaitu sekitar USD4 hingga USD4,5 per MMBTU.

(Baca: Jokowi Minta Harga Gas Industri Turun Jadi USD6/MMBTU)

Luhut menjelaskan, angka USD4 hingga USD4,5 per MMBTU sejatinya adalah harga gas yang baru sampai mulut sumur. Gas tersebut belum masuk tahap regasifikasi, sehingga berubah menjadi gas alam cair (liquified natural gas/LNG).

"Kita jangan salah ngerti harga gas itu di negara lain, saya juga salah yang USD4-USD4,5 per MMBTU itu sebenarnya dia baru sampai di mulut sumur. Kalau dia impor itu belum masuk ke grasifikasi LNG, jadi harganya masih di atas itu," terangnya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (10/10/2016).

‎Mantan Menko bidang Politik Hukum dan HAM ini mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan waktu penurunan harga gas industri tersebut. Sebab, pemerintah masih perlu menghitung dengan detil terkait efek yang ditimbulkan jika harga gas diturunkan di bawah USD6 per MMBTU.

(Baca: Pengusaha Tagih Jokowi Kepastian Penurunan Harga Gas)

Menurutnya, saat ini yang dilakukan pemerintah adalah menghitungkan secara matang sektor mana yang akan terlebih dahulu merasakan insentif penurunan harga gas industri tersebut.

"Ya, kan ngitung itu enggak seperti membalikan telapak tangan. Sekarang yang jelas kita berharap dalam dua bulan ini kita bisa menentukan mana yang bisa kita turunkan dan berapa yang kita turunkan. Tidak serta merta tidak semua juga," imbuh dia.

‎Selain itu, tambah mantan Kepala Staf Kepresidenan ini, penurunan harga gas untuk industri tersebut juga akan melihat tingkat kesulitan lapangan di hulu migasnya.

"‎Ya kesulitan lapangan satu, yang kedua juga industrinya, kalau pupuk itu kan subsidinya pasti banyak. Karena itu pertanian kita butuh, yang lain nanti kita lihat item per item. Jadi saya juga belajar, tidak bisa kita generalisir‎," tandas Luhut.

Baca Juga:

Pelaku Industri Yakin Harga Gas Turun Jadi USD5/MMBTU
Harga Gas Industri Turun Jadi Daya Tarik Investasi
Jokowi Beri Waktu Satu Bulan Turunkan Harga Gas Industri
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Penetapan Harga Gas...
Penetapan Harga Gas Bumi Harus Mengakomodasi Kepentingan Semua Pihak
Industri Digerujuk Gas...
Industri Digerujuk Gas Murah, Negara Dapat Apa?
Harga Gas Murah Belum...
Harga Gas Murah Belum Terserap Maksimal, Menperin: Saya Juga Tak Mengerti
Berita Terkini
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
42 menit yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
47 menit yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
56 menit yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
1 jam yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
1 jam yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved