Rupiah Ditutup Anjlok ke Rp13.000/USD
Selasa, 11 Oktober 2016 - 17:21 WIB
Rupiah Ditutup Anjlok ke Rp13.000/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa (11/10/2016) berakhir lunglai. Rupiah di pasar spot anjlok 55 poin atau 0,42% ke level Rp13.032/USD.
Tanda-tanda pelemahan rupiah sudah terpantau sejak pagi tadi. Mata uang Garuda di indeks Bloomberg, dibuka melemah 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp12.985. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp12.978-Rp13.044/USD.
Data Yahoo Finance, Selasa (11/10), rupiah juga berakhir jatuh 43 poin atau 0,33% ke level Rp13.018/USD. Pagi ini, rupiah dibuka flat di Rp12.975/USD, namun seiring waktu bergerak ke zona negatif, dimana seharian ini rupiah berjibaku di kisaran Rp12.961-Rp13.055/USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas pada Selasa (11/10/2016), rupiah berakhir ke level Rp13.020/USD. Rupiah terdegradasi 34 poin dari posisi pagi tadi yaitu Rp12.986/USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, hari ini rupiah dipatok Rp12.992/USD, terdepresiasi 23 poin dari posisi kemarin Rp12.969/USD.
Pelemahan rupiah berkat menguatnya indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama, menyusul meningkatnya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Mengutip CNBC, Selasa (11/10), indeks USD terhadap bberapa mata uang ditutup di 97,067 pukul 2:43 HK/SIN, merupakan yang terkuat sejak awal Oktober ini.
Poundsterling Inggris masih di bawah tekanan ditengah kekhawatiran Brexit yang keras, dimana USD menyentuh 1,2313 pada 2:43 HK/SIN, setelah sebelumnya berada di 1,2298. Adapun komentar dari Reserve Bank of New Zealand tentang perlunya pelonggaran kebijakan lebih lanjut, membuat dolar Selandia Baru turun 0,83% ke 0,7076 terhadap USD, dan kurs dolar Australia berada di 0,7561 terhadap USD.
Tanda-tanda pelemahan rupiah sudah terpantau sejak pagi tadi. Mata uang Garuda di indeks Bloomberg, dibuka melemah 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp12.985. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp12.978-Rp13.044/USD.
Data Yahoo Finance, Selasa (11/10), rupiah juga berakhir jatuh 43 poin atau 0,33% ke level Rp13.018/USD. Pagi ini, rupiah dibuka flat di Rp12.975/USD, namun seiring waktu bergerak ke zona negatif, dimana seharian ini rupiah berjibaku di kisaran Rp12.961-Rp13.055/USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas pada Selasa (11/10/2016), rupiah berakhir ke level Rp13.020/USD. Rupiah terdegradasi 34 poin dari posisi pagi tadi yaitu Rp12.986/USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, hari ini rupiah dipatok Rp12.992/USD, terdepresiasi 23 poin dari posisi kemarin Rp12.969/USD.
Pelemahan rupiah berkat menguatnya indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama, menyusul meningkatnya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Mengutip CNBC, Selasa (11/10), indeks USD terhadap bberapa mata uang ditutup di 97,067 pukul 2:43 HK/SIN, merupakan yang terkuat sejak awal Oktober ini.
Poundsterling Inggris masih di bawah tekanan ditengah kekhawatiran Brexit yang keras, dimana USD menyentuh 1,2313 pada 2:43 HK/SIN, setelah sebelumnya berada di 1,2298. Adapun komentar dari Reserve Bank of New Zealand tentang perlunya pelonggaran kebijakan lebih lanjut, membuat dolar Selandia Baru turun 0,83% ke 0,7076 terhadap USD, dan kurs dolar Australia berada di 0,7561 terhadap USD.
(ven)