Menperin Beda Pendapat dengan Luhut Soal Impor Gas

Rabu, 12 Oktober 2016 - 15:14 WIB
Menperin Beda Pendapat...
Menperin Beda Pendapat dengan Luhut Soal Impor Gas
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memiliki pendapat berbeda dengan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan terkait solusi impor gas untuk menurunkan harga gas industri. Bagi Airlangga, impor gas bukanlah solusi jangka pendek untuk menurunkan harga gas industri menjadi USD6 per MMBTU, seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(Baca Juga: Turunkan Harga Gas, Luhut Ingin Impor dari Malaysia-Brunei)

Dia mengatakan, pada dasarnya dirinya tidak masalah untuk membuka keran importasi gas. Hanya saja, pemerintah perlu terlebih dahulu menyiapkan infrastruktur penampungnya seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU) atau tangki untuk menyimpan gas alam cair (liquified natural gas/LNG) yang diimpor tersebut.

"Impor itu sebetulnya bagus saja, tapi kalau impor itu kan harus menyediakan FSRU atau terminal atau tangki," katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Politisi Partai Golkar ini menilai, impor gas adalah solusi untuk harga gas dua hingga tahun mendatang. Sementara saat ini, Presiden Jokowi mendesak agar harga gas industri dapat turun hingga di bawah USD6 per MMBTU dalam waktu dekat.

Selama ini, Presiden Jokowi selalu menekankan bahwa untuk meningkatkan daya saing industri nasional maka harga gas industri harus diturunkan. Jika impor gas yang ditempuh, Airlangga menilai bahwa keinginan Jokowi tersebut akan sulit terealisasi.

"Persoalan hari ini kami harapkan diselesaian hari ini bukan ditunggu di 2019. Karena ini kebutuhan yang urgent. Bapak Presiden dalam setiap kesempatan selalu mengatakan daya saing. Ini salah satu namanya soft infrasructure yang bisa langsung meningkatkan daya saing Indonesia," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan membuka opsi impor gas dari luar negeri seperti Malaysia dan Brunei demi mewujudkan keinginan Presiden Jokowi untuk menurunkan harga gas industri di bawah USD6 per MMBTU.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Waduh, Harga Gas Murah...
Waduh, Harga Gas Murah Belum Dinikmati Industri Oleokimia
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Harga Gas Diatur, Pengamat:...
Harga Gas Diatur, Pengamat: Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi Makin Sulit
Berita Terkini
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
8 menit yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
34 menit yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
39 menit yang lalu
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
1 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
2 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved