Perusahaan Tambang RI Mulai Pengeboran Emas di Malaysia

Rabu, 12 Oktober 2016 - 20:07 WIB
Perusahaan Tambang RI...
Perusahaan Tambang RI Mulai Pengeboran Emas di Malaysia
A A A
JAKARTA - Perusahaan tambang asal Indonesia, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan memulai kegiatan pengeboran tambang emas di Malaysia pada awal 2017. Eksplorasi tersebut dilakukan di area Sungai Terengun, Mukim Telang, Daerah Lipis.

Direktur Keuangan J Resources William Surnata mengatakan, perusahaan sebelumnya sudah melakukan pengeboran emas di wilayah Sungai Terengun. Saat ini perseroan akan menambah satu tambang lagi di sekitar tempat yang sama.

"Untuk Malaysia saya cuma butuh ngebor, paling saya alokasi dana enggak besar untuk Malaysia, USD10 juta cukup untuk ngebor. Pabrik sudah ada, wilayahnya nempel, kalau nempel cuma ngebor-ngebor aja kan, alat berat sudah ada semua," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Penambahan jumlah tambang di Negeri Jiran -julukan Malaysia- tersebut, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan jumlah cadangan emas yang dimiliki perusahaan. Sehingga, pada akhir tahun ini jumlahnya akan semakin bertambah.

"Malaysia sudah operasi, ini cuma tambahan wilayah. Jadi kita dapat, kita bor buru-buru untuk tambahin kita punya cadangan dong, biar PSAB ini cadangannya banyak. Kalau banyak kan bagus, akhir tahun cadangan akan nambah," sambung dia.

Lebih lanjut dia memberikan rincian, jumlah cadangan terbukti atau reserve emas perusahaan sebesar 2 juta oz dan cadangan keseluruhan atau resources sebanyak 6 juta oz per akhir tahun lalu. Sementara, jumlah itu ditargetkan meningkat pada tahun ini.

"Kalau secara reserve ya, saat Desember tahun kemarin kan hampir mendekati 2 juta oz, resources 6 juya oz. Nah akhir tahun ini mungkin kita punya reserve di atas 2,5 juta oz," tuturnya.

Dengan produksi seperti ini, lanjut dia, perusahaan mempunyai umur penambangan lebih dari 10 tahun secara keseluruhan. Adapun jumlah produksi emas perusahaan berada di angka kisaran 200.000 oz per tahun.

"Produksi kita kan 200 ribuan oz. Kalau tahun depan, akhir tahun ini saya punya reserve 2,5 juta berarti kan lebih dari 10 tahun karena cuma 200 ribuan oz per tahun. Kenapa itu kita perlu hal-hal seperti ini? Ini untuk memperlihatkan ke publik PSAB ini kuat, emasnya perlu dibor kan enggak bisa pake padepokan, kudu dibor," pungkas William.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Emas Berkilau,...
Harga Emas Berkilau, PSAB Optimis Kinerja di 2024 Cemerlang
Petani Dampingan Panen...
Petani Dampingan Panen Kakao Perdana, JRBM Targetkan Bentuk BUMP
Jaga Produktivitas,...
Jaga Produktivitas, J Resources Utamakan Kesehatan SDM
Dipasok Listrik PLN,...
Dipasok Listrik PLN, Anak Usaha J Resources Siap Tuntaskan Proyek Doup
Kerugian J Resources...
Kerugian J Resources Capai USD4,81 Juta hingga Juni 2021
Wuidih! Bakrie Group...
Wuidih! Bakrie Group Temukan Cadangan Emas 4,6 Juta Ton di Palu
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
47 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved