Luhut: Saya Tidak Akan Bisa Ditekan Perusahaan Manapun
Rabu, 12 Oktober 2016 - 21:23 WIB
Luhut: Saya Tidak Akan Bisa Ditekan Perusahaan Manapun
A
A
A
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa dirinya tidak akan bisa ditekan oleh perusahaan manapun terkait keputusannya memberikan kelonggaran ekspor mineral mentah. Saat ini, Luhut masih menimbang-nimbang relaksasi yang akan diberikan untuk perusahaan tambang penghasil konsentrat, seperti PT Freeport Indonesia.
Dia mengatakan, salah satu opsinya adalah Freeport dan kawan-kawan akan diberikan kelonggaran untuk kembali mengekspor konsentrat dengan syarat membayar bea keluar (BK). Namun mantan Kepala Staf Kepresidenan ini memberi catatan bahwa perkembangan pembangunan smelternya harus meningkat, jika tidak maka BK pun akan terus dinaikkan.
"Bisa saja pilihan kita naikan BK-nya. Tapi kamu (Freeport dan kawan-kawan) harus juga punya target smelter. Jadi kita ada beberapa pilihan. Tapi jangan pernah kalian terpikir bahwa saya ditekan oleh siapapun. Enggak akan bisa, pangkat saya sudah tinggi," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (12/10/2016).
Menurutnya, tarif BK akan dinaikkan secara progresif sesuai dengan persentase perkembangan pembangunan smelter. Semakin dinaikkan, maka akan membuat perusahaan tambang tersebut rugi. "Pokoknya kamu jangan main-main sama saya. Pokoknya kita progresif. Artinya kalau kau tahun ini belum lakukan, tahun depan kita tingkatkan lagi. Kalau kau tidak penuhi, kau mati sendiri," imbuh dia.
Mantan Menkopolhukam ini tak menampik bahwa pembangunan smelter perusahaan tambang penghasil konsentrat seperti Freeport selama ini tak berjalan. Namun, Luhut lagi-lagi mengeluarkan ancaman jika smelter tidak ada perkembangan maka izin usaha pertambangan (IUP) akan dicabut.
"‎Jangan tanya yang lalu, tanya yang sekarang. Kalau kau enggak penuhi, kita terminate. Kita ambil tindakan tegas dong," tandas dia.
Untuk memastikan pembangunan smelter berjalan, politikus Partai Golkar ini akan melakukan kontrol dan pengawasan secara ketat. "Kalau kau janji setahun progress-nya 30%, maka yang 30% kita cek. Dicek satu per satu," tandasnya.
Dia mengatakan, salah satu opsinya adalah Freeport dan kawan-kawan akan diberikan kelonggaran untuk kembali mengekspor konsentrat dengan syarat membayar bea keluar (BK). Namun mantan Kepala Staf Kepresidenan ini memberi catatan bahwa perkembangan pembangunan smelternya harus meningkat, jika tidak maka BK pun akan terus dinaikkan.
"Bisa saja pilihan kita naikan BK-nya. Tapi kamu (Freeport dan kawan-kawan) harus juga punya target smelter. Jadi kita ada beberapa pilihan. Tapi jangan pernah kalian terpikir bahwa saya ditekan oleh siapapun. Enggak akan bisa, pangkat saya sudah tinggi," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (12/10/2016).
Menurutnya, tarif BK akan dinaikkan secara progresif sesuai dengan persentase perkembangan pembangunan smelter. Semakin dinaikkan, maka akan membuat perusahaan tambang tersebut rugi. "Pokoknya kamu jangan main-main sama saya. Pokoknya kita progresif. Artinya kalau kau tahun ini belum lakukan, tahun depan kita tingkatkan lagi. Kalau kau tidak penuhi, kau mati sendiri," imbuh dia.
Mantan Menkopolhukam ini tak menampik bahwa pembangunan smelter perusahaan tambang penghasil konsentrat seperti Freeport selama ini tak berjalan. Namun, Luhut lagi-lagi mengeluarkan ancaman jika smelter tidak ada perkembangan maka izin usaha pertambangan (IUP) akan dicabut.
"‎Jangan tanya yang lalu, tanya yang sekarang. Kalau kau enggak penuhi, kita terminate. Kita ambil tindakan tegas dong," tandas dia.
Untuk memastikan pembangunan smelter berjalan, politikus Partai Golkar ini akan melakukan kontrol dan pengawasan secara ketat. "Kalau kau janji setahun progress-nya 30%, maka yang 30% kita cek. Dicek satu per satu," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :