BJB Raih Laba Bersih Rp1,39 Triliun di Kuartal III/2016
Jum'at, 14 Oktober 2016 - 20:34 WIB
BJB Raih Laba Bersih Rp1,39 Triliun di Kuartal III/2016
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mencatatkan laba bersih Rp1,39 triliun pada kuartal III/2016. Pencapaian ini meningkat 55,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengatakan, meningkatnya laba bersih Bank BJB terutama berasal dari pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 27,3% yoy. Selain itu, pengelolaan biaya operasional yang sehat serta keberhasilan mengendalikan struktur pendanaan lebih efisnen membuat Net Interest Margin (NIM) perusahaan berada di level 7,2%.
"Penyaluran kredit perusahaan juga naik 15,7% menjadi Rp63,03 triliun. Kredit konsumer tumbuh 17%, pilar kita di komersil yang besar tumbuh 33%, mortgage memang enggak tumbuh, mikro juga, kita akan perbaiki," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/10/2016).
Dia menambahkan Bank BJB juga berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) menjadi 1,7% dari sebelumnya di kisaran 2%. Kemudian, penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) meningkat 24% jadi Rp3,2 triliun meski pertumbuhan giro dan deposito turun masing-masing 7,5% dan 11%.
"Dana CASA, giro itu minus 7,5%, tapi biasanya akhir tahun meningkat. Saving account meningkat 24% di mana deposito berjangka berkurang 11%," lanjutnya.
Sementara, lanjut Ahmad, likuiditas perusahaan masih terbilang sehat. Saat ini, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank BJB berada di angka 86,3%. "LDR, kondisi likuiditas 86,3%, sampai akhir tahun dijaga 88%-92% maksimal. Permasalahan likuiditas, Bank BJB sehat-sehat saja," pungkasnya.
Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengatakan, meningkatnya laba bersih Bank BJB terutama berasal dari pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 27,3% yoy. Selain itu, pengelolaan biaya operasional yang sehat serta keberhasilan mengendalikan struktur pendanaan lebih efisnen membuat Net Interest Margin (NIM) perusahaan berada di level 7,2%.
"Penyaluran kredit perusahaan juga naik 15,7% menjadi Rp63,03 triliun. Kredit konsumer tumbuh 17%, pilar kita di komersil yang besar tumbuh 33%, mortgage memang enggak tumbuh, mikro juga, kita akan perbaiki," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/10/2016).
Dia menambahkan Bank BJB juga berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) menjadi 1,7% dari sebelumnya di kisaran 2%. Kemudian, penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) meningkat 24% jadi Rp3,2 triliun meski pertumbuhan giro dan deposito turun masing-masing 7,5% dan 11%.
"Dana CASA, giro itu minus 7,5%, tapi biasanya akhir tahun meningkat. Saving account meningkat 24% di mana deposito berjangka berkurang 11%," lanjutnya.
Sementara, lanjut Ahmad, likuiditas perusahaan masih terbilang sehat. Saat ini, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank BJB berada di angka 86,3%. "LDR, kondisi likuiditas 86,3%, sampai akhir tahun dijaga 88%-92% maksimal. Permasalahan likuiditas, Bank BJB sehat-sehat saja," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :