Harga Minyak Dunia Jatuh Terimbas Kenaikan Jumlah Rig di AS

Senin, 17 Oktober 2016 - 08:11 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Terimbas Kenaikan Jumlah Rig di AS
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia pada perdagangan hari ni melemah, terpengaruh meningkatnya jumlah rig di Amerika Serikat (AS), rekor produksi OPEC dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang bisa mengikis permintaan bahan bakar.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016), harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD50,03 per barel atau turun 32 sen dari posisi terakhir. Para trader mengatakan bahwa WTI ditarik ke bawah oleh kenaikan lain dalam kegiatan pengeboran minyak AS.

Sementara, harga minyak brent sebagai patokan internasional juga mengalami penurunan hingga 20 sen dari posisi terakhir mereka menjadi USD51,75 per barel. Para trader mengatakan bahwa minyak brent sedang ditimbang oleh catatan produksi segar dari OPEC, yang dipompa mencapai rekor 33.600.000 barel minyak mentah per hari pada September.

"Perkiraan PDB global yang melemah, dan persediaan masih tinggi menyebabkan kita untuk menurunkan dan meratakan prospek harga minyak kita," kata Bernstein Energi dalam sebuah catatan kepada klien pada hari ini.

"Kami memangkas perkiraan harga minyak brent menjadi USD60 per barel pada 2017 (sebelumnya USD70 per barel) dan USD70 per barel pada 2018 (sebelumnya USD80 per barel)," tambahnya.

Meskipun hari ini jatuh, analis mengatakan bahwa pedagang berhati-hati tentang pasar lebih jauh ke bawah, terutama karena rencana OPEC untuk memangkas produksi dalam sebuah inisiatif untuk mengendalikan overhang produksi global, yang saat melihat sekitar setengah juta barel minyak mentah dipompa setiap hari lebih dari permintaan.

OPEC dijadwalkan menggelar pertemuan pada 30 November untuk membahas pemotongan produksi minyak. Kartel produsen berharap anggota nonOPEC non, khususnya Rusia, akan bergabung dengan potensi pemotongan.

"Dengan (non-OPEC anggota) Rusia menyatakan minat untuk bergabung perjanjian, investor enggan terlalu bearish," kata ANZ Bank.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
15 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved