Rupiah Awal Pekan Dibuka Semakin Memburuk
Senin, 17 Oktober 2016 - 10:14 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka Semakin Memburuk
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka semakin melemah setelah pada akhir pekan kemarin ditutup berhasil menguat. Pelemahan mata uang Garuda ini di tengah menguatnya USd terhadap beberapa mata uang lainnya.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.054/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.047/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini dibuka di level Rp13.059/USD. Nilai tersebut melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.033/USD dengan kisaran harian Rp13.050-Rp13.073/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB rupiah semakin melemah bergerak ke level Rp13.073/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka di level Rp13.040/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.041/USD. Sementara, data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah berada di level Rp13.047/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (17/10/2016) USD naik tipis ke level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap beberapa mata uang di dunia. Ini mempertahankan momentum dari data AS yang optimis pada pekan lalu diperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Desember oleh Federal Reserve.
Indeks USD naik 0,1% ke level 98,095 setelah menyentuh level tertinggi 98,158 sejak 10 Maret. Mata uang AS kehilangan sedikit kenaikan terhadap yen atau melemah 0,1% menjadi 104,110 setelah naik setinggi 104,480 pada Jumat.
Sementara, euro tercatat mendatar di level 1,0970, mendekati level terendah tiga bulan dari 1,0964. Pada Jumat kemarin USD mendapat dukungan dari kuat penjualan ritel AS dan harga produsen untuk September sebagai indikasi terbaru bahwa ekonomi AS kembali mendapatkan momentum pada kuartal ketiga setelah loyo pada babak pertama.
Spekulan mengangkat taruhan menguntungkan pada USD selama sepekan berturut-turut, dengan net tertinggi dalam lebih dari delapan bulan, menurut perhitungan Reuters dan data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis pada Jumat.
Di sisi lain, poundsterling tergelincir 0,3% terhadap USD menjadi 1,2156. Begitu juga dengan dolar Australia terhadap USD yang turun 0,4% ke level 0,7586.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.054/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.047/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini dibuka di level Rp13.059/USD. Nilai tersebut melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.033/USD dengan kisaran harian Rp13.050-Rp13.073/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB rupiah semakin melemah bergerak ke level Rp13.073/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka di level Rp13.040/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.041/USD. Sementara, data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah berada di level Rp13.047/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (17/10/2016) USD naik tipis ke level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap beberapa mata uang di dunia. Ini mempertahankan momentum dari data AS yang optimis pada pekan lalu diperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Desember oleh Federal Reserve.
Indeks USD naik 0,1% ke level 98,095 setelah menyentuh level tertinggi 98,158 sejak 10 Maret. Mata uang AS kehilangan sedikit kenaikan terhadap yen atau melemah 0,1% menjadi 104,110 setelah naik setinggi 104,480 pada Jumat.
Sementara, euro tercatat mendatar di level 1,0970, mendekati level terendah tiga bulan dari 1,0964. Pada Jumat kemarin USD mendapat dukungan dari kuat penjualan ritel AS dan harga produsen untuk September sebagai indikasi terbaru bahwa ekonomi AS kembali mendapatkan momentum pada kuartal ketiga setelah loyo pada babak pertama.
Spekulan mengangkat taruhan menguntungkan pada USD selama sepekan berturut-turut, dengan net tertinggi dalam lebih dari delapan bulan, menurut perhitungan Reuters dan data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis pada Jumat.
Di sisi lain, poundsterling tergelincir 0,3% terhadap USD menjadi 1,2156. Begitu juga dengan dolar Australia terhadap USD yang turun 0,4% ke level 0,7586.
(izz)