Rupiah Ditutup Makin Terpuruk saat Euro Mendatar
Senin, 17 Oktober 2016 - 17:10 WIB
Rupiah Ditutup Makin Terpuruk saat Euro Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin terpuruk, setelah pada pembukaan tadi pagi melemah. Posisi mata uang Garuda tersebut di tengah mendatarnya mata uang euro terhadap USD.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup di level Rp13.069/USD atau melemah dibanding penutupan akhir pekan kemrin yang berada di level Rp13.033/USD dengan kisaran harian Rp13.037-Rp13.086/USD.
Di sisi lain data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah semmakin tidak berdaya alias anjlok ke level Rp13.067/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.042/USD dengan kisaran harian Rp13.018-Rp13.070/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.065/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah dari posisi pembukaan tadi pagi di level Rp13.047/USD.
Rupiah juga terlihat menyusut berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.054/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.047/USD.
Sementara dilansir Reuters, Senin (17/10/2016), mata uang euro stabil menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) atas harapan bahwa para pejabat mulai mempertimbangkan mengekang volume bantuan darurat tambahan yang mereka berikan kepada ekonomi zona euro tahun depan.
USD telah memiliki dua pekan terbaik selama lebih dari satu tahun terhadap beberapoa mata uang, atau naik 2,5% sejak awal Oktober, tetapi pergeseran ke atas imbal hasil obligasi AS di balik langkah yang terlihat akan kehabisan tenaga.
Di sisi lain, ECB masih diharapkan pada tahap tertentu untuk mengumumkan perpanjangan program pelonggaran kuantitatif terakhir Maret tahun depan. Tapi ada spekulasi bahwa bank, setidaknya mulai mempertanyakan kebijaksanaan dari kebijakan tak berujung dan terkait suku bunga yang menempatkan tekanan ke bawah pada euro.
"Pasar secara luas melihat bahwa ECB akan menjadi agak lebih positif pada prospek Eropa pekan ini," kata Citi strategi G10 FX di London, Richard Cochinos.
Euro yang jatuh terhadap USD pada pekan lalu di bawah 1,10 untuk pertama kalinya dalam hampir tiga bulan, naik 0,1% pada awal perdagangan London hari ini. Indeks dolar naik 0,1% ke level 98,104 setelah menyentuh 98,158, tertinggi sejak 10 Maret.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup di level Rp13.069/USD atau melemah dibanding penutupan akhir pekan kemrin yang berada di level Rp13.033/USD dengan kisaran harian Rp13.037-Rp13.086/USD.
Di sisi lain data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah semmakin tidak berdaya alias anjlok ke level Rp13.067/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.042/USD dengan kisaran harian Rp13.018-Rp13.070/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.065/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah dari posisi pembukaan tadi pagi di level Rp13.047/USD.
Rupiah juga terlihat menyusut berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.054/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.047/USD.
Sementara dilansir Reuters, Senin (17/10/2016), mata uang euro stabil menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) atas harapan bahwa para pejabat mulai mempertimbangkan mengekang volume bantuan darurat tambahan yang mereka berikan kepada ekonomi zona euro tahun depan.
USD telah memiliki dua pekan terbaik selama lebih dari satu tahun terhadap beberapoa mata uang, atau naik 2,5% sejak awal Oktober, tetapi pergeseran ke atas imbal hasil obligasi AS di balik langkah yang terlihat akan kehabisan tenaga.
Di sisi lain, ECB masih diharapkan pada tahap tertentu untuk mengumumkan perpanjangan program pelonggaran kuantitatif terakhir Maret tahun depan. Tapi ada spekulasi bahwa bank, setidaknya mulai mempertanyakan kebijaksanaan dari kebijakan tak berujung dan terkait suku bunga yang menempatkan tekanan ke bawah pada euro.
"Pasar secara luas melihat bahwa ECB akan menjadi agak lebih positif pada prospek Eropa pekan ini," kata Citi strategi G10 FX di London, Richard Cochinos.
Euro yang jatuh terhadap USD pada pekan lalu di bawah 1,10 untuk pertama kalinya dalam hampir tiga bulan, naik 0,1% pada awal perdagangan London hari ini. Indeks dolar naik 0,1% ke level 98,104 setelah menyentuh 98,158, tertinggi sejak 10 Maret.
(izz)