Rupiah Sore Ini Menguat Tajam saat Pounds Mulai Bangkit

Selasa, 18 Oktober 2016 - 17:04 WIB
Rupiah Sore Ini Menguat...
Rupiah Sore Ini Menguat Tajam saat Pounds Mulai Bangkit
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin perkasa, setelah tadi pagi dibuka cukup bergairah. Penguatan mata uang Garuda tersebut di tengah kembali perkasanya poundsterling terhadap USD dan euro.

Data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah semmakin menguat ke level Rp13.009/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.067/USD dengan kisaran harian Rp12.994-Rp13.118/USD.

Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup di level Rp13.025/USD atau jauh membaik dibanding penutupan kemrin yang berada di level Rp13.069/USD dengan kisaran harian Rp13.008-Rp13.058/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.045/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi kemarin di level Rp13.065/USD.

Rupiah juga terlihat menyusut berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.044/USD. Posisi ini tercatat membaik dari posisi kemarin di level Rp13.054/USD.

Sementara dilansir Reuters, Senin (17/10/2016), poundsterling terhadap USD menguat kembali di atas 1,22. Selain itu, pounds juga 0,4% lebih tinggi terhadap euro, dan mata uang Inggris sekarang telah berada di kisaran 2% selama sepekan terhadap kedua mata uang tersebut.

Perhatian investor atau trader pada hari ini fokus pada inflasi dan tanda-tanda kenaikan harga impor yang mungkin memberikan Bank of England untuk berpikir seperti itu, merenungkan pelonggaran lebih lanjut dari kebijakan moneter yang mungkin melemahkan sterling lebih lanjut.

Namun, lebih luas ada rasa itu dengan tidak adanya gerakan tajam dalam USD. Hal itu akan mengambil beberapa tanda konkret dari kelemahan ekonomi karena prospek Brexit dari Uni Eropa untuk melemahkan pound lebih lanjut dalam waktu dekat.

"Saya pikir sterling sangat terbuka, tetapi juga akan membutuhkan pemicu untuk itu, lebih rendah," kata Richard Cochinos, ahli strategi dengan Citi di London.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
9 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
9 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
9 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
10 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
11 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved