Luput dari Pantauan, Transportasi Online Disebut Menyeramkan

Rabu, 19 Oktober 2016 - 18:53 WIB
Luput dari Pantauan,...
Luput dari Pantauan, Transportasi Online Disebut Menyeramkan
A A A
JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menilai transportasi online sangat menyeramkan karena keberadaanya yang tidak terkendali. Sekjen DPP Organda Ateng Aryono mengatakan, kegiatan transportasi berbasis aplikasi tersebut seringkali lolos dari pantauan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator.

(Baca Juga: Taksi Online Dituding Matikan 21.000 Taksi Konvensional)

Lebih lanjut dia mencontohkan salah satu tingkah bandel perusahaan taksi online yakni dengan menentukan tarif sendiri di luar keputusan pemerintah dan pihaknya. Hal ini dinilai tidak seharusnya terjadi.

"Menetapkan tarif juga dilakukan, mestinya itu tidak terjadi dan banyak teman-teman (taksi online) berjalan di sana. Tidak apa-apa berjalan, yang maha menyeramkan adalah tidak terkontrolnya angkutan umum ilegal yang masuk dalam platform aplikasi," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Dia menambahkan perusahaan taksi online seringkali mengakali keberadaannya sebagai bagian dari platform aplikasi. Menurutnya justru kalau mereka mengatasnamakan itu maka tidak boleh beroperasi sebagai angkutan umum.

"Adanya angkutan sewa berbasis aplikasi, jalan saja tapi yang jadi persoalan di platform aplikasi ini. Mereka sebut dirinya perusahaan IT, kalau perusahaan IT enggak boleh jadi perusahaan angkutan umum, tidak boleh rekrut pengemudi dan tentukan tarif," sambung dia.

Pemerintah disarankan mesti menindak tegas segala bentuk angkutan umum yang beroperasi secara ilegal dengan tidak mengikuti peraturan. Ateng menegaskan jangan sampai mereka leluasa bergerak terus sesuai keinginannya sendiri.

"Kalau dilakukan mana ilegal mana yang legal, mana comply dan tidak comply aturan karena itu sebagai angkutan umum jika tidak ikuti aturan ditendang saja. Kalau comply, jalan terus," pungkasnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenhub Buka Akses...
Kemenhub Buka Akses Transportasi Lagi, Sekjen Organda: Kami Alami Dilema
Organda Minta Pemerintah...
Organda Minta Pemerintah Tegas Terhadap Angkutan Ilegal
Kemenhub Buka Akses...
Kemenhub Buka Akses Transportasi Lagi, Organda Malah Dilema
Organda dan Pengusaha...
Organda dan Pengusaha Digital Dorong Transportasi Publik Jakarta Pakai Qris
Organda Gelar Mukernas...
Organda Gelar Mukernas III di Solo, Tiga Program Utama Jadi Fokus Pembahasan
Banyak Angkutan Bodong,...
Banyak Angkutan Bodong, Kinerja Transportasi Darat Stagnan
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
5 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
6 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
7 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
8 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
9 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
10 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved