Layanan Pelindo IV Tingkatkan Ekonomi Sulsel hingga 8,05%

Kamis, 20 Oktober 2016 - 07:05 WIB
Layanan Pelindo IV Tingkatkan...
Layanan Pelindo IV Tingkatkan Ekonomi Sulsel hingga 8,05%
A A A
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan atas upayanya membuka layanan direct call atau pelayaran langsung dari Makassar ke-54 negara dalam 10 bulan terakhir.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan, penghargaan tersebut merupakan dukungan solid dan kerja sama PT Pelindo IV bersama kalangan pelayaran, pemerintah daerah, Kemenhub serta Kementerian BUMN terkait. "Saya kira ini kerja sama yang baik diantara pegawai dan lintas kementerian serta stakeholder yang ada di daerah," kata Doso dalam keterangan yang diterima SINDOnews di Jakarta, Kamis (19/10/2016).

Menurut dia, sistem direct call membutuhkan kerja sama antar pihak pelayaran terkait dengan mengumpulkan satu komoditas ekspor. Rata-rata angkut kontainer, kata dia, mengangkut lebih dari satu kontainer.

"Tidak ada pelayaran yang mau mengangkut satu kontainer saja. Makanya, peta logistik harus diubah terutama di kawasan timur Indonesia. Sistem ini memungkinkan ekspor-impor melalui empat koridor pelabuhan dengan satu tarif," ungkapnya.

Meski begitu, Doso mengaku, tahap awal pelaksanaan sistem tersebut diakui berat. "Kami harus mengumpulkan satu per satu komoditas supaya diangkut bersamaan. Kemudian kami juga meningkatkan integrated network melalui pengelolaan pelabuhan yang non kawasan timur," ucap Doso.

Direct call pada kahirnya mampu mengurangi waktu ekspor dari makassar ke tujuan-tujuan ekspor diantaranya China, Jepang serta Korea. Ke China misalnya, dari semula 24 hari menjadi 16 hari, ke Jepang dari 28 hari menjadi 18 hari, juga ke Korea dari 26 hari kini hanya 17 hari. "Selain itu biaya logistik kontainer juga berkurang hingga USD200 per kontainer," terangnya.

Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pencapaian Pelindo IV mengirim komoditas ke luar negeri mampu memperkenalkan kekayaan daerah.

"Berpuluh puluh tahun lamanya permasalahan kawasan timur indonesia belum mampu melaksanakan ekspor langsung ke negara tujuan. Selama ini, seluruhnya melalui Jakarta, Surabaya dan Semarang sehingga terjadi multi handling peti kemas selain mengakibatkan antrean kapal dan tingginya dwelling time di Jakarta, Semarang dan Surabaya," pungkas dia.

Gubernur Syahrul menambahkan pasca direct call, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan naik signifikan hingga 8,05% melewati pertumbuhan rata-rata nasional yang hanya 5,18%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Membaik, Pelindo...
Ekonomi Membaik, Pelindo Regional 4 Bukukan Kinerja Positif
Dry Port di Sidrap dan...
Dry Port di Sidrap dan Jeneponto Bakal Munculkan Lokasi Ekonomi Baru
Komisaris Utama Pelindo...
Komisaris Utama Pelindo IV Apresiasi Kinerja Karyawan Atas Pencapaian di 2020
Triwulan Pertama 2021,...
Triwulan Pertama 2021, Laba Pelindo IV Meningkat 12,62%
Pelindo IV dan KSOP...
Pelindo IV dan KSOP Kelas I Sorong Teken MoU Pemanduan dan Penundaan Kapal
Sukriansyah S Latief...
Sukriansyah S Latief Didaulat Jadi Komisaris PT Pelindo IV
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
41 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved