Rapat Perdana Bareng DPR, Jonan Terima Anggaran ESDM Dipangkas
Kamis, 20 Oktober 2016 - 13:24 WIB
Rapat Perdana Bareng DPR, Jonan Terima Anggaran ESDM Dipangkas
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan hari ini menghadiri rapat kerja (Raker) pertama kali dengan Komisi VII DPR. Dalam raker tersebut, Jonan menyetujui anggaran Kementerian ESDM dipangkas Rp291,592 miliar untuk 2017 dari Rp7,318 triliun menjadi Rp7,027 triliun.
Jonan mengatakan, kinerja Kementerian ESDM tidak akan berkurang meski anggaran beberapa sektor dipotong guna menghemat anggaran negara. Ini karena sudah banyak persiapan yang dilakukan.
"Kami terima, lihat usulan yang akan kami kurangi tidak akan ganggu kinerja ESDM karena banyak persiapan yang mesti dilakukan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/10/2016).
Mantan menteri perhubungan ini menjelaskan, ada lima program yang direvisi pelaksanaannya karena ada pemotongan anggaran. Salah satunya pengurangan pembangunan jaringan gas (Jargas).
"Yang pertama dipotong pembangunan Jargas di Direktorat Jenderal Migas dikurangi 15.500 sambungan dari 69.200 sambungan jadi 53.700 sambungan. Ini pertimbangan bahwa kalau dikerjakan semua tidak bisa selesai dalam satu tahun," kata Jonan.
Kedua, lanjut dia, yaitu program konverter nelayan yang anggarannya dipangkas 50% menjadi Rp50 miliar dari sebelumnya Rp100 miliar. Jumlah konverter yang diberikan juga berkurang 4.400 unit.
"Konverter nelayan ini dari anggaran Rp100 miliar dipotong separuh menjadi Rp50 miliar. Jadi, pemotongan 4.400 unit dari 28.400 unit jadi 24.000 unit, tidak terlalu banyak dipotong," tuturnya.
Ketiga, Jonan menyampaikan, pembangkit listrik tenaga gas ditunda jadi 2018. Sebab, banyak persiapan pembangunan yang harus mulai dilakukan pada tahun depan.
"Ketiga, PLT gasifikasi batu bara kami tunda ke tahun 2018 mengingat banyak persiapan pembangunan perlu dilakukan. Takutnya 2017 tidak diserap sama sekali, banyak persiapan karena multi years," ujar dia.
Menurutnya, PLT lain di Bekasi juga perlu ada penyesuaian karena adanya perubahan teknologi. Terakhir, anggaran yang dipangkas menyasar belanja barang dan modal biaya operasional.
"Keempat, PLT sampah di Bekasi 1 MW memerlukan penyesuaian FS dan DED karena ada perubahan teknologi. Kelima, penghematan belanja barang dan modal biaya operasional pengadaan barang, penjilidan, percetakan, pembelian laptop komputer, software, dan lain-lain," pungkasnya.
Jonan mengatakan, kinerja Kementerian ESDM tidak akan berkurang meski anggaran beberapa sektor dipotong guna menghemat anggaran negara. Ini karena sudah banyak persiapan yang dilakukan.
"Kami terima, lihat usulan yang akan kami kurangi tidak akan ganggu kinerja ESDM karena banyak persiapan yang mesti dilakukan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/10/2016).
Mantan menteri perhubungan ini menjelaskan, ada lima program yang direvisi pelaksanaannya karena ada pemotongan anggaran. Salah satunya pengurangan pembangunan jaringan gas (Jargas).
"Yang pertama dipotong pembangunan Jargas di Direktorat Jenderal Migas dikurangi 15.500 sambungan dari 69.200 sambungan jadi 53.700 sambungan. Ini pertimbangan bahwa kalau dikerjakan semua tidak bisa selesai dalam satu tahun," kata Jonan.
Kedua, lanjut dia, yaitu program konverter nelayan yang anggarannya dipangkas 50% menjadi Rp50 miliar dari sebelumnya Rp100 miliar. Jumlah konverter yang diberikan juga berkurang 4.400 unit.
"Konverter nelayan ini dari anggaran Rp100 miliar dipotong separuh menjadi Rp50 miliar. Jadi, pemotongan 4.400 unit dari 28.400 unit jadi 24.000 unit, tidak terlalu banyak dipotong," tuturnya.
Ketiga, Jonan menyampaikan, pembangkit listrik tenaga gas ditunda jadi 2018. Sebab, banyak persiapan pembangunan yang harus mulai dilakukan pada tahun depan.
"Ketiga, PLT gasifikasi batu bara kami tunda ke tahun 2018 mengingat banyak persiapan pembangunan perlu dilakukan. Takutnya 2017 tidak diserap sama sekali, banyak persiapan karena multi years," ujar dia.
Menurutnya, PLT lain di Bekasi juga perlu ada penyesuaian karena adanya perubahan teknologi. Terakhir, anggaran yang dipangkas menyasar belanja barang dan modal biaya operasional.
"Keempat, PLT sampah di Bekasi 1 MW memerlukan penyesuaian FS dan DED karena ada perubahan teknologi. Kelima, penghematan belanja barang dan modal biaya operasional pengadaan barang, penjilidan, percetakan, pembelian laptop komputer, software, dan lain-lain," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :