BBM Satu Harga, DPR Khawatir Rawan Penimbunan

Minggu, 23 Oktober 2016 - 16:21 WIB
BBM Satu Harga, DPR...
BBM Satu Harga, DPR Khawatir Rawan Penimbunan
A A A
JAKARTA - Ko‎misi VII DPR RI memperingatkan pemerintah akan adanya potensi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Papua dan sekitarnya. Hal ini menyusul keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat BBM satu harga di wilayah tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha mengatakan, keputusan Presiden Jokowi tersebut sejatinya harus disikapi oleh seluruh aparat penegak hukum yang ada di Tanah Air. ‎Menurutnya, seluruh aparat yang ada di Papua dan sekitarnya harus meningkatkan pengawasan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kebijakan BBM satu harga tersebut.

"‎Justru saya ingin manfaatkan kesempatan ini, omongan Presiden (tentang BBM satu harga) harus disikapi seluruh aparat. Karena kita tau permainan banyak dimanfaatkan. Banyak sekali diselewengkan," katanya dalam sebuah diskusi di Dewan Pers, Jakarta, Minggu (23/10/2016).

Satya menyatakan, pemerintah harus berkaca pada pengalaman saat BBM masih disubsidi. ‎Kala itu, pemerintah menjamin harga BBM sama di seluruh wilayah. Namun yang terjadi, kondisi geografis di beberapa wilayah di Indonesia yang masih sulit dijangkau menyebabkan banyak oknum yang menimbun BBM dan akhirnya terjadi kelangkaan.

"‎Yang menjadi masalah adalah aspek hukum, ada disparitas harga, ada penimbun. Maka tidak aneh ada polisi di Papua punya tabungan miliaran, karena mereka menimbun," imbuh dia.

Selain ditimbun, sambung politisi Partai Golkar ini, kelangkaan BBM kala itu juga disebabkan karena BBM yang harusnya diserap oleh masyarakat pengguna kendaraan bermotor justru lari kepada perusahaan batubara. Oleh karena itu, kebijakan BBM satu harga yang baru diputuskan ini perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat.

"Karena kita tidak ingin suatu saat harga sudah bagus, tapi volume tidak nyampe. Akhirnya langka. Terus harga naik lagi. Jadi cita-cita Presiden tidak akan tercapai. Kan Presiden sudah bicara secara firm, jadi harus jamin juga tidak ada penimbunan," tandasnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Raup Omzet Miliaran...
Raup Omzet Miliaran Rupiah, Aksi Lintah Solar Subsidi Dihentikan Polda Banten
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Antrean Solar Bersubsidi...
Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya
Tantangan Distribusi...
Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi di Tahun Baru 2025
Menjaga Kuota BBM Subsidi...
Menjaga Kuota BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina optimalkan Teknologi
Lebih Hemat, Nelayan...
Lebih Hemat, Nelayan dan Petani Nikmati Konversi BBM ke LPG Subsidi
Berita Terkini
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
4 menit yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
29 menit yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
49 menit yang lalu
Menuju Fungsional, Hutama...
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten untuk Tahun Ajaran Baru
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
1 jam yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved