Rupiah Dibuka Menyusut, USD Dekati Level Tertinggi Sembilan Bulan

Senin, 24 Oktober 2016 - 10:30 WIB
Rupiah Dibuka Menyusut,...
Rupiah Dibuka Menyusut, USD Dekati Level Tertinggi Sembilan Bulan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menyusut melanjutkan tren negatif sejak akhir pekan kemarin. Pelemahan mata uang Garuda awal pekan ini terjadi di tengah menguatnya USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.047/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.020/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pagi ini berada pada level Rp13.046/USD. Nilai tersebut melemah tipis dari posisi sebelumnya di level Rp13.042/USD dengan kisaran harian Rp13.040-Rp13.053/USD. Namun, pada pukul 10.19 WIB rupiah bergerak semakin melemah ke posisi Rp13.047/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka di posisi Rp13.040/USD atau menyusut dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.039/USD dengan kisaran harian Rp13.030-Rp13.040/USD. Sementara, data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah berada di level Rp13.045/USD atau memburuk dibandingkan sebelumnya Rp13.030/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/10/2016) indeks USD terlihat stabil pada level 98.657, atau tidak terlalu jauh dibandingkan posisi tertinggi sejak 3 Februari pada akhir pekan kemarin 98.813. Mata uang AS menerima dorongan di tengah pelemahan euro terimbas rencana Bank Sentral Eropa terkait pelonggaran moneter.

Penguatan USD juga didukung oleh komentar hawkish dari pejabat Fed termasuk Presiden Fed New York William Dudley ditambah harapan tinggi bahwa Hillary Clinton akan memenangkan pemilihan Presiden AS. Apabila Hillary menjadi pemenang diyakini peluang Fed untuk menaikkan suku bunga pada Desember semakin besar.

Di sisi lain USD terhadap yen masih mendatar pada level 103.890 dan hal yang sama juga tidak terlalu berbuah ketika USD melawan euro di posisi 1.0883 setelah akhir pekan kemarin sempat anjlok. Sedangkan dolar Australia terlihat melemah 0,1% pada level 0.7605.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
3 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
1 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved