BI 7-day Repo Rate Turun, Ekonom Nilai Belum Dorong Daya Beli Masyarakat

Selasa, 25 Oktober 2016 - 00:42 WIB
BI 7-day Repo Rate Turun,...
BI 7-day Repo Rate Turun, Ekonom Nilai Belum Dorong Daya Beli Masyarakat
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan BI 7-day Reserve Repo Rate tidak dipungkiri terkait ruang pelonggaran likuiditas seiring dengan perkembangan data ekonomi Indonesia beberapa waktu terakhir. Inflasi bulan September terkendali, surplus neraca perdagangan dan peningkatan cadangan devisa.

Namun, analisa Josua, ekspektasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 lebih rendag dari perkiraan. "Hal ini disebabkan terbatasnya kontribusi konsumsi pemerintah akibat penghematan anggaran," katanya, Senin (24/10/2016).

Dia memperkirakan pemangkasan suku bunga acuan BI pada bulan inimerupakan yang terakhir pada akhir tahun, dengan kata lain BI 7-day RR diperkirakan akan bertahan 4,75% hingga akhir tahun 2016.

"Menurut saya penurunan BI 7-day RR pada bulan ini belum dapat seketika mendorong daya beli masyarakat yang pada akhirnya mendorong permintaan kredit secara keseluruhan," ungkap dia.

Di tengah kondisi risiko kredit yang cenderung tinggi, suplai kredit diperkirakan masih melambat. Bahkan dana repatriasi yang diharapkan dapat meningkatkan kondisi likuiditas perbankan juga belum akan efektif mendorong pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

"Jadi hingga akhir tahun ini pun pertumbuhan kredit hanya berkisar tujuh hingga sembilan persen year on year," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
BI Rate Naik Jadi 6,25%,...
BI Rate Naik Jadi 6,25%, BTN Turunkan Target Pertumbuhan Kredit
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
4 jam yang lalu
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
5 jam yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
5 jam yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
5 jam yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
6 jam yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Nilai...
10 Negara dengan Nilai Sumber Daya Alam Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved