Aset BPJS Ketenagakerjaan Kuartal III Tembus Rp246 Triliun
Kamis, 27 Oktober 2016 - 23:29 WIB
Aset BPJS Ketenagakerjaan Kuartal III Tembus Rp246 Triliun
A
A
A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan hingga kuartal III/2016 mencatat aset yang dikelola mencapai Rp246,52 triliun atau mengalami pertumbuhan tahunan (growth per annum) sebesar 129%. Sampai akhir 2015 BPJSTK telah mengelola aset sebesar Rp214,52 triliun.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin mengatakan, hingga kuartal III/2016 pihaknya telah melayani peserta sebanyak 19.939.562 dari pekerja formal, 517.621 pekerja non formal, dan 54.986 pegawai.
Salah satu fokus pihaknya yakni meningkatkan layanan return to work kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja. "Fokus kami ingin mengembangkan program return to work (RTW) dan memperluas jumlah kepesertaan layanan ini. Layanan ini telah dilakukan studi banding ke beberapa negara asing, sehingga kita memiliki standar internasional untuk itu," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/10/2016).
Sejak November 2015 hingga September tahun ini layanan ini ada di 2.607 rumah sakit (RS) trauma center (TC), 3.361 klinik/Faskes TC dan 34 pusat pelatihan, dan 7.330 perusahaan yang mendukung program ini.
"Khusus wilayah DKI Jakarta tercatat kasus kecelakaan kerja sebanyak 257 kasus dengan kecacatan 29 kasus per bulan dan satu kasus cacat setiap hari di wilayah DKI Jakarta," tutur dia.
BPJS Ketenagakerjaan ingin meningkatkan pelayanan untuk jaminan kecelakaan kerja (JKK) melalui program RTW. Dalam acara sosialisasi, monitoring, dan evaluasi terkait implementasi JKK-RTW ke fasilitas kesehatan (Faskes) dan Balai Keterampilan Kerja Daerah (BLKD) yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin mengatakan, hingga kuartal III/2016 pihaknya telah melayani peserta sebanyak 19.939.562 dari pekerja formal, 517.621 pekerja non formal, dan 54.986 pegawai.
Salah satu fokus pihaknya yakni meningkatkan layanan return to work kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja. "Fokus kami ingin mengembangkan program return to work (RTW) dan memperluas jumlah kepesertaan layanan ini. Layanan ini telah dilakukan studi banding ke beberapa negara asing, sehingga kita memiliki standar internasional untuk itu," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/10/2016).
Sejak November 2015 hingga September tahun ini layanan ini ada di 2.607 rumah sakit (RS) trauma center (TC), 3.361 klinik/Faskes TC dan 34 pusat pelatihan, dan 7.330 perusahaan yang mendukung program ini.
"Khusus wilayah DKI Jakarta tercatat kasus kecelakaan kerja sebanyak 257 kasus dengan kecacatan 29 kasus per bulan dan satu kasus cacat setiap hari di wilayah DKI Jakarta," tutur dia.
BPJS Ketenagakerjaan ingin meningkatkan pelayanan untuk jaminan kecelakaan kerja (JKK) melalui program RTW. Dalam acara sosialisasi, monitoring, dan evaluasi terkait implementasi JKK-RTW ke fasilitas kesehatan (Faskes) dan Balai Keterampilan Kerja Daerah (BLKD) yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta.
(izz)
Lihat Juga :