Dolar Tidak Terpengaruh Kasus Hillary, Rupiah Bertahan di Kisaran Sempit

Senin, 31 Oktober 2016 - 17:25 WIB
Dolar Tidak Terpengaruh...
Dolar Tidak Terpengaruh Kasus Hillary, Rupiah Bertahan di Kisaran Sempit
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir Oktober 2016 berakhir melemah tipis yaitu 3 poin atau 0,02% ke Rp13.048/USD.

Sebelumnya pada pembukaan di pasar spot Bloomberg, Senin (31/10), mata uang Garuda dibuka dibuka melemah tipis 0,02% atau 2 poin ke Rp13.053/USD. Sepanjang Senin ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.027-Rp13.067/USD.

Sementara itu, data Yahoo Finance, Senin ini, rupiah berakhir naik 10 poin alias 0,0766% ke Rp13.037/USD. Pagi tadi, rupiah dibuka naik satu poin ke level Rp13.048/USD. Hari ini, rupiah diperjualbelikan di Rp13.008-Rp13.053/USD.

Menurut data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang Garuda pada hari ini ditutup menguat ke Rp13.055/USD. Sebelumnya rupiah dibuka di level Rp13.059/USD

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Senin ini dibuka melemah tiga poin ke Rp13.051 per USD.

Pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS yang terdorong oleh meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga acuan pada Desember.

Melansir CNBC, Senin (31/10), indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, diperdagangkan naik 98,477 pada pukul 02:52 waktu Asia. Di pasar mata uang, yen melemah terhadap USD ke 104,84 pada pukul 14:52 HK/SIN.

Sedangkan peso Meksiko diperdagangkan pada 18,9417 terhadap USD pada 12:52 HK/SIN. Pada hari Jumat (28/10), peso anjlok lebih dari 1% terhadap dolar AS.

Stabil USD di pasar uang karena mengabaikan berita penyelidikan FBI kepada Capres Partai Demokrat Hillary Clinton, terkait skandal surat elektroniknya, yang saat menjabat Sekretaris Negara, Nyonya Clinton memindahkan data yang ada di server pemerintahan ke dalam server pribadi komputernya.

"Cerita Hillary tentu memiliki dampak, jajak pendapat sekarang sekitar 50-50. Tapi saat ini pasar memutuskan mengabaikan risiko menjelang pemilu," ujar Richard Benson, co-head of portfolio management di dana mata uang Millennium Global di London kepada Reuters pada hari ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
3 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
4 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
5 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
5 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
7 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved