Uang Beredar Tumbuh Melambat pada September

Selasa, 01 November 2016 - 04:33 WIB
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh Melambat pada September
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan likuiditas perekonomian, uang beredar dalam arti luas (M2) melambat pada September 2016. Pertumbuhan M2 pada September 2016 tercatat sebesar 5,1% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,8% (yoy).

Berdasarkan komponennya, perlambatan pertumbuhan M2 bersumber dari komponen M1 (uang beredar sempit), uang kuasi, dan surat berharga selain saham yang masing-masing tumbuh 5,9% (yoy), 5,0% (yoy), dan -35,8% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 10,6% (yoy), 7,0% (yoy), dan -9,9% (yoy).

"Uang kuasi yang memiliki share 76% dari total M2 mencapai posisi Rp3.598,9 triliun atau tumbuh melambat dari 7% (yoy) pada September 2016 menjadi 5% pada Agustus 2016," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara di Jakarta, Senin (31/10/2016).

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, lanjut dia, perlambatan pertumbuhan M2 dipengaruhi melambatnya pertumbuhan kredit perbankan dan kontraksi operasi keuangan pemerintah pusat (pempus).

Menurutnya, kontraksi operasi keuangan pempus tercermin dari meningkatnya simpanam Pempus di BI yang tumbuh 55,6%, atau berkebalikan dengan bulan sebelumnya yang turun sebesar -0,5% (yoy). "Kenaikan simpanan tersebut sejalan dengan penerimaan dana tebusan tax amnesty," ucapnya.

Sementara, posisi M1 pada September 2016 tercatat sebesar Rp1.126 triliun atau tumbuh sebesar 5,9% (yoy) lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,6%. Sedangkan surat berharga, selain saham turun lebih dalam dari -9,9% pada Agustus 2016 menjadi -35,8% (yoy) pada September 2016.

Sejalan dengan perlambatan pertumbuhan uang kuasi, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh melambat dari 6,7% menjadi 4% pada September 2016. Dia memaparkan, simpanan berjangka dan tabungan tumbuh sebesar 2,7% (yoy) dan 11,5% (yoy) pada September 2016, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 4,6% (yoy) dan 14,6% (yoy).

Adapun giro mengalami penurunan sebesar -3,1% pada September 2016 yang bulan sebelumnya tumbuh 0,8% (yoy). "Meskipun pertumbuhan giro secara tahunan melambat, namun giro valas yang sebelumnya turun -19,6% (yoy) menjadi -17,1% (yoy). Hal ini didorong tambahan giro valas terkait repatriasi dana valas masyarakat dari luar negeri," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved