BI Antisipasi Efek Kenaikan Suku Bunga AS di Desember
Kamis, 03 November 2016 - 15:48 WIB
BI Antisipasi Efek Kenaikan Suku Bunga AS di Desember
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan respons atas keputusan The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang baru saja mengumumkan tetap menjaga suku bunga acuan alias Fed rate tetap berada di level 0,5% pada November 2016. Meski begitu BI menegaskan akan tetap melakukan antisipasi dan persiapan agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi ketika Fed rate yang diprediksi naik bulan depan.
"Keputusan the Fed semalam memang tidak berubah, ini salah satu kondisi global yang terus kami pantau dan antisipasi. Dalam perkiraan kami dan pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG), kami antisipasi kalau kenaikan Fed Rate bukan November, tapi baru akan terjadi Desember," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjio, Jakarta, Kamis (3/11/2016).
(Baca Juga: The Fed Pertahankan Suku Bunga hingga Pemilu AS)
Lebih lanjut dia menerangkan BI mengamati ketika kemarin sidang FOMC bukan hanya keputusan Fed rate yang tidak berubah, tapi juga tones komunikasi kebijakan yang beberapa waktu lalu cenderung hawkish (cenderung naik). "Tapi dari kemarin bukan hawkish bahkan terlihat dovish (stagnan)," sambungnya.
Namun, Perry menambahkan, ketidakpastian pemulihan ekonomi di Amerika Serikat tersebut, saat ini menjadi pertimbangan bagaimana The Fed akan menyikapi dalam keputusan yang akan datang. Beberapa pihak menilai ekonomi terbesar di dunia itu masih berjuang melakukan perbaikan.
"Itu yang kami lakukan. Dan yang jelas BI sudah antisipasi perhitungkan sekali naik di Desember dan dua kali pada tahun depan masing-masing 25 basis point dan 3 kali di 2018. Itu sudah masuk perhitungan kami," pungkasnya.
"Keputusan the Fed semalam memang tidak berubah, ini salah satu kondisi global yang terus kami pantau dan antisipasi. Dalam perkiraan kami dan pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG), kami antisipasi kalau kenaikan Fed Rate bukan November, tapi baru akan terjadi Desember," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjio, Jakarta, Kamis (3/11/2016).
(Baca Juga: The Fed Pertahankan Suku Bunga hingga Pemilu AS)
Lebih lanjut dia menerangkan BI mengamati ketika kemarin sidang FOMC bukan hanya keputusan Fed rate yang tidak berubah, tapi juga tones komunikasi kebijakan yang beberapa waktu lalu cenderung hawkish (cenderung naik). "Tapi dari kemarin bukan hawkish bahkan terlihat dovish (stagnan)," sambungnya.
Namun, Perry menambahkan, ketidakpastian pemulihan ekonomi di Amerika Serikat tersebut, saat ini menjadi pertimbangan bagaimana The Fed akan menyikapi dalam keputusan yang akan datang. Beberapa pihak menilai ekonomi terbesar di dunia itu masih berjuang melakukan perbaikan.
"Itu yang kami lakukan. Dan yang jelas BI sudah antisipasi perhitungkan sekali naik di Desember dan dua kali pada tahun depan masing-masing 25 basis point dan 3 kali di 2018. Itu sudah masuk perhitungan kami," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :