Seskab Ungkap 12 Proyek Listrik Mangkrak Ditutup

Jum'at, 04 November 2016 - 13:59 WIB
Seskab Ungkap 12 Proyek...
Seskab Ungkap 12 Proyek Listrik Mangkrak Ditutup
A A A
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyampaikan, dari 34 proyek listrik PT PLN (Persero) yang mangkrak setidaknya ada 12 proyek yang sudah benar-benar tidak bisa dilanjutkan lagi. Akibatnya, negara dipastikan akan mengalami kerugian karena hal tersebut.

(Baca Juga: Puluhan Proyek Listrik Mangkrak, Jokowi Ancam Lapor KPK)

Proyek pembangkit listrik yang mangkrak tersebut adalah bagian dari program percepatan (fast track programme/FTP) 1 dan 2 yang berkapasitas 10.000 megawatt (MW). Dari total tersebut, setidaknya ada 7.000 MW yang belum rampung dikerjakan hingga saat ini.

"Kami laporkan mengenai pembangunan listrik yang terkendala di PLN. Ternyata sampai hari ini, dari 7.000 MW ada 34 proyek yang sampai hari ini tidak terselesaikan. Dari 34, ada 12 yang dipastikan tidak dapat diselesaikan. Jadi ada kerugian negara," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Dia mengaku saat ini belum bisa menyebutkan total kerugian negara dari mangkraknya proyek tesebut. Namun, dari hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), telah ada pembiayaan sebesar Rp4,49 triliun untuk proyek tersebut.

"Hasil temuan BPKP, ada pembayaran yang sudah keluar yaitu Rp4,49 triliun yang sampai hari ini project-nya belum selesai," imbuh dia.

Politisi PDI Perjuangan ini melanjutkan, dari 34 proyek tersebut masih ada 22 proyek di antaranya yang bisa dilanjutkan. Namun, untuk melanjutkan proyek tersebut dibutuhkan anggaran tambahan sekitar Rp7,25 triliun. "Ada 22 proyek yang bisa dilanjutkan tapi tentunya ada tambahan biaya. Penambahan pembayarannya cukup besar. Diperkirakan Rp7,25 triliun," tandasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kerugian negara, akibat proyek pembangkit listrik yang mangkrak bertahun-tahun lamanya. Hal ini ditegaskan dalam rapat kabinet terbatas mengenai perkembangan mega proyek listrik 35.000 megawatt (MW).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan saat ini ada 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak selama hampir delapan tahun. Lantaran menyangkut anggaran triliunan rupiah, Jokowi meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memberikan laporan mengenai progres penyelesaian proyek tersebut.

"Tolong nanti disampaikan ke saya totalnya berapa, ini sudah menyangkut angka yang triliunan. Dan ini tidak boleh dibiarkan terus menerus," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/11).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
55 menit yang lalu
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
1 jam yang lalu
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
1 jam yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
1 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Jumat 12 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved