Sri Sultan Ajak Investor Dirikan Rumah Sakit

Jum'at, 04 November 2016 - 20:16 WIB
Sri Sultan Ajak Investor...
Sri Sultan Ajak Investor Dirikan Rumah Sakit
A A A
YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengisyaratkan untuk menambah jumlah rumah sakit di wilayahnya. Penambahan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien terutama peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) paska diintegrasikannya semua asuransi milik pemerintah tahun 2019 mendatang.

Sultan mengatakan, tahun 2019, BPJS berencana mengintegrasikan seluruh asuransi yang ada, terutama yang dibiayai pemerintah daerah, baik tingkat I maupun tingkat II. Asuransi seperti Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Jaminan Kesehatan Perkotaan (Jamkesta) atau jaminan lain di bawahnya akan melebur menjadi satu dengan nama BPJS. "Tentu jumlahnya akan melonjak secara drastis dibanding sekarang," tuturnya, Jumat (4/11/2016).

Menurut Sultan, dengan pengintegrasian peserta asuransi pemerintah ke BPJS, maka jumlah kunjungan pasien akan bertambah. Rujukan akan semakin meningkat terutama di rumah sakit sekelas RSUP Sardjito. Ia khawatir rumah sakit Sardjito tidak akan mampu menampung jumlah pasien dari daerah. Kondisi yang sama juga akan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) masing-masing kabupaten/kota.

Idealnya, pasien-pasien tersebut nanti konsentrasinya akan dipecah alias bisa dirawat di tempat lain. Alternatifnya adalah menambah jumlah rumah sakit selain RSUP Sardjito. Ia berharap para investor bersedia menanamkan modalnya membangun rumah sakit. Dan ke depan akan mendapat profit sharing pemerintah dari pengelolaan rumah sakit-rumah sakit tersebut.

Ajakan tersebut diajukan Sultan mengingat kemampuan keuangan daerah sangat terbatas. Untuk pembangunan fisik atau infrastruktur daerah, pemerintah hanya memiliki dana maksimal Rp15 triliun. Jika pemerintah harus mengajukan pinjaman ke perbankan, maka ia khawatir pemerintah tidak bisa mengangsur cicilan ke perbankan tersebut sebagai akibat dari minimnya keuangan daerah. "Makanya saya meminta agar ada pihak swasta yang bersedia bagi hasil dengan kita," ujarnya.

Sultan menambahkan, saat ini Kulon Progo sudah merencanakan membangun rumah sakit dengan skala cukup besar di wilayahnya. Rumah sakit tersebut dibangun untuk mengantisipasi berdirinya bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo. Rumah sakit baru ini akan berdiri dengan standar layanan internasional karena memang untuk antisipasi turis asing yang tiba-tiba membutuhkan perawatan.

Selain di Kulon Progo, ia memproyeksikan juga membangun rumah sakit yang sama di Prambanan. Dua rumah sakit ini didirikan untuk menampung pasien dari daerah lain, seperti Kebumen, Purworejo, Klaten dan Boyolali. Dan ia menawarkan investor untuk mendirikan rumah sakit skala kecil, baik tipe B ataupun C.

"Dan RSUP Sardjito nanti bisa berkonsentrasi mengembangkan keunggulannya yaitu mengkhususkan diri ke penyakit jantung," ungkapnya.

Kepala BPJS Yogyakarta, Upik Handayani mengatakan, pemerintah sudah menargetkan semua asuransi kesehatan yang dibiayai melalui anggaran pemerintah sudah bergabung menjadi BPJS di tahun 2019.

Hal tersebut untuk mempermudah sistem administrasi serta kontrol terhadap jaminan yang diberikan pemerintah. Di samping untuk menghindarkan tumpang tindih kepemilikan. "Biar tidak ada tumpang tindih atau penerima manfaat ganda," paparnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT Kortex Hibahkan Satu...
PT Kortex Hibahkan Satu Set Mesin PCR ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Kobaran Api Lalap RS...
Kobaran Api Lalap RS Bethesda Lempunyangan Yogyakarta
Mengenal dr Sardjito,...
Mengenal dr Sardjito, Rektor UGM yang Diabadikan Menjadi Nama Rumah Sakit
RS Mustika Medika Resmi...
RS Mustika Medika Resmi Berganti Nama Menjadi RS Nusantara
Dukung Tingkatkan Kesadaran...
Dukung Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker, MRHP Luncurkan Pusat Kanker
Satu Tenaga Medis Positif...
Satu Tenaga Medis Positif COVID-19, Layanan IGD RSUD Agoesdjam Ketapang Ditutup
Berita Terkini
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
20 menit yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
1 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
3 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
4 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
12 jam yang lalu
Infografis
Makin Brutal, Israel...
Makin Brutal, Israel Bakar Rumah-rumah Warga di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved