Kapitalisasi Pasar Saham Turun 0,88% Jadi Rp5.801 Triliun
Minggu, 06 November 2016 - 09:12 WIB
Kapitalisasi Pasar Saham Turun 0,88% Jadi Rp5.801 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Kapitalisasi pasar saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp5.801,86 triliun pada akhir pekan ini. Angka tersebut mengalami penurunan 0,88% dibandingkan Rp5.853,18 triliun pada akhir pekan sebelumnya.
Kepala Komunikasi Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, jika dibandingkan dengan kinerja indeks negara lainnya di regional Asia, IHSG masih mencatatkan perubahan yang tidak terlalu signifikan. Beberapa penurunan kinerja indeks di bursa regional, seperti terjadi di Jepang (-3,10%), Korea (-1,85%), Hongkong (-1,36%), Malaysia (-1,31%), Singapura (-0,98%), dan Indonesia (-0,88%).
Menurutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 5,54% sepanjang periode 31 Oktober hingga 4 November 2016. "Jumlahnya menjadi 306,65 ribu kali transaksi dari 324,64 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya," ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (6/11/2016).
Yulianto mengatakan, rata-rata nilai transaksi harian tercatat turut mengalami penurunan 15,45% menjadi Rp7,17 triliun per hari dari Rp8,47 triliun per hari pada sepekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga ikut turun 38,16% menjadi 11,99 miliar unit saham dari 19,40 miliar unit saham.
Dia memandang, hal tersebut tidak memengaruhi performa IHSG pada akhir pekan pertama November ini yang ditutup menguat diiringi dengan aksi demo yang juga berjalan damai. IHSG ditutup di level 5.362,66 atau mengalami kenaikan sebesar 0,62% dibandingkan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya di posisi 5.329,50.
"Di antara semua sektor yang menguat, tercatat sektor tambang memimpin penguatan indeks sebesar 2,34%," pungkasnya.
Kepala Komunikasi Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, jika dibandingkan dengan kinerja indeks negara lainnya di regional Asia, IHSG masih mencatatkan perubahan yang tidak terlalu signifikan. Beberapa penurunan kinerja indeks di bursa regional, seperti terjadi di Jepang (-3,10%), Korea (-1,85%), Hongkong (-1,36%), Malaysia (-1,31%), Singapura (-0,98%), dan Indonesia (-0,88%).
Menurutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 5,54% sepanjang periode 31 Oktober hingga 4 November 2016. "Jumlahnya menjadi 306,65 ribu kali transaksi dari 324,64 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya," ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (6/11/2016).
Yulianto mengatakan, rata-rata nilai transaksi harian tercatat turut mengalami penurunan 15,45% menjadi Rp7,17 triliun per hari dari Rp8,47 triliun per hari pada sepekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga ikut turun 38,16% menjadi 11,99 miliar unit saham dari 19,40 miliar unit saham.
Dia memandang, hal tersebut tidak memengaruhi performa IHSG pada akhir pekan pertama November ini yang ditutup menguat diiringi dengan aksi demo yang juga berjalan damai. IHSG ditutup di level 5.362,66 atau mengalami kenaikan sebesar 0,62% dibandingkan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya di posisi 5.329,50.
"Di antara semua sektor yang menguat, tercatat sektor tambang memimpin penguatan indeks sebesar 2,34%," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :