Rupiah Berakhir Loyo Ikuti Pelemahan Yen dan Euro terhadap USD
Senin, 07 November 2016 - 17:20 WIB
Rupiah Berakhir Loyo Ikuti Pelemahan Yen dan Euro terhadap USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih melemah meski tidak terlalu memburuk. Kondisi rupiah sore ini di tengah menguatnya USD terhadap yen dan euro.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.086/USD atau masih tercatat melemah meski tidak terlalu besar yakni di level RP13.086/USD dibanding akhir pekan kemarin di level Rp13.068/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.077-Rp13.117/USD.
Begitu juga dengan data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah hampir mendatar meski tercatat melemah tipis ke level Rp13.069/USD dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.065/USD dengan kisaran harian Rp13.062-Rp13.111/USD.
Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.095/USD atau membaik dari pembukaan tadi pagi yang berada di level Rp13.107/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.082/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi kemarin di level Rp13.103/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/11/2016), USD pada perdagangan hari ini melonjak karena adanya berita bahwa Hillary Clinton tidak akan menghadapi tuntutan pidana yang berkaitan dengan penggunaan server e-mail pribadi.
Clinton defensif selama 10 hari sejak FBI mengatakan akan menyelidiki email pribadi Clinton, memperkuat kemungkinan lawannya Donald Trump menang dan menjadi kejutan bagi pasar keuangan.
Dolar terhadap yen naik 1,4% mendekati level tertinggi. Itu telah menolak untuk 102,550 pekan lalu karena jajak pendapat menunjukkan pengetatan atas pemilihan presiden AS. Euro terhadap USD turun 0,6% ke level 1,1077, terlempar dari puncak empat pekan dari 1,1143 yang dicapai pada Jumat.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.086/USD atau masih tercatat melemah meski tidak terlalu besar yakni di level RP13.086/USD dibanding akhir pekan kemarin di level Rp13.068/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.077-Rp13.117/USD.
Begitu juga dengan data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah hampir mendatar meski tercatat melemah tipis ke level Rp13.069/USD dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.065/USD dengan kisaran harian Rp13.062-Rp13.111/USD.
Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.095/USD atau membaik dari pembukaan tadi pagi yang berada di level Rp13.107/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.082/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi kemarin di level Rp13.103/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/11/2016), USD pada perdagangan hari ini melonjak karena adanya berita bahwa Hillary Clinton tidak akan menghadapi tuntutan pidana yang berkaitan dengan penggunaan server e-mail pribadi.
Clinton defensif selama 10 hari sejak FBI mengatakan akan menyelidiki email pribadi Clinton, memperkuat kemungkinan lawannya Donald Trump menang dan menjadi kejutan bagi pasar keuangan.
Dolar terhadap yen naik 1,4% mendekati level tertinggi. Itu telah menolak untuk 102,550 pekan lalu karena jajak pendapat menunjukkan pengetatan atas pemilihan presiden AS. Euro terhadap USD turun 0,6% ke level 1,1077, terlempar dari puncak empat pekan dari 1,1143 yang dicapai pada Jumat.
(izz)