Rupiah Dibuka Naik Tipis di Tengah Lesunya Yen dan Euro
Rabu, 09 November 2016 - 10:15 WIB
Rupiah Dibuka Naik Tipis di Tengah Lesunya Yen dan Euro
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tipis, meski dalam pergerakannya mengalami pelemahan dibanding penutupan kemarin. Penguatan rupiah pada pembukaan pagi ini seiring dengan menguatnya USD terhadap yen dan euro.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.084/USD. Posisi ini membaik dari posisi kemarin di level Rp13.090/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.055/USD atau membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.084/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB bergerak jauh melemah ke level Rp13.136/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.158/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini berada pada level Rp13.065/USD atau jauh lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.095/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah dibuka di level Rp13.084/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.079/USD dengan kisaran kisaran harian Rp13.015-Rp13.126/USD. Namun, pada pukul 10.10 WIB malah melemah ke level Rp13.113/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (9/11/2016) USD naik 0,3% terhadap yen ke level 105,350 setelah sempat menyentuh cukup rendah di level 104,350. Ini jatuh ke posisi 102,550 terhadap yen pekan lalu.
Peso Meksiko cukup volatile, dengan mata uang AS bergerak turun 0,5% menjadi 18,19 peso, setelah sebelumnya naik ke level 18,54. Peso telah menderita kerugian mendalam ketika kemungkinan kemenangan Trump muncul lebih tinggi. Trump telah berjanji untuk menegosiasikan kembali NAFTA dengan Meksiko dan Kanada.
Sementara, euro terhadap USD turun 0,2% menjadi 1,1007, setelah mencapai level tinggi dalam empat pekan di posisi 1,1143. Selain itu, USD juga tercatat naik 0,2% di level 0.9800 franc Swiss.
Di sisi lain, dolar Australia cukup sensitif terhadap pergeseran dalam selera risiko, menyikut turun 0,3% terhadap USD ke level 0,7742. Sedangkan poundsterling terhadap USD tercatat mendatar di level 1,2385.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.084/USD. Posisi ini membaik dari posisi kemarin di level Rp13.090/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.055/USD atau membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.084/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB bergerak jauh melemah ke level Rp13.136/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.158/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini berada pada level Rp13.065/USD atau jauh lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.095/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah dibuka di level Rp13.084/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.079/USD dengan kisaran kisaran harian Rp13.015-Rp13.126/USD. Namun, pada pukul 10.10 WIB malah melemah ke level Rp13.113/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (9/11/2016) USD naik 0,3% terhadap yen ke level 105,350 setelah sempat menyentuh cukup rendah di level 104,350. Ini jatuh ke posisi 102,550 terhadap yen pekan lalu.
Peso Meksiko cukup volatile, dengan mata uang AS bergerak turun 0,5% menjadi 18,19 peso, setelah sebelumnya naik ke level 18,54. Peso telah menderita kerugian mendalam ketika kemungkinan kemenangan Trump muncul lebih tinggi. Trump telah berjanji untuk menegosiasikan kembali NAFTA dengan Meksiko dan Kanada.
Sementara, euro terhadap USD turun 0,2% menjadi 1,1007, setelah mencapai level tinggi dalam empat pekan di posisi 1,1143. Selain itu, USD juga tercatat naik 0,2% di level 0.9800 franc Swiss.
Di sisi lain, dolar Australia cukup sensitif terhadap pergeseran dalam selera risiko, menyikut turun 0,3% terhadap USD ke level 0,7742. Sedangkan poundsterling terhadap USD tercatat mendatar di level 1,2385.
(izz)