Sri Mulyani Sebut Eropa dan AS Pernah Berebut Pajak Apple

Rabu, 09 November 2016 - 10:25 WIB
Sri Mulyani Sebut Eropa...
Sri Mulyani Sebut Eropa dan AS Pernah Berebut Pajak Apple
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, pasca krisis ekonomi yang terjadi pada 2008 hingga 2009, negara-negara di dunia kemudian berlomba-lomba meningkatkan penerimaan pajak negaranya. ‎Bahkan, Eropa dan Amerika Serikat (AS) sempat berantem lantaran merebutkan tunggakan pajak dari perusahaan raksasa Apple Inc.

Dia mengatakan, krisis ekonomi pada periode tersebut telah membuat banyak negara terpaksa mengalami kebangkrutan (bailout)‎. Bahkan, anggaran belanja negara mereka semua berdarah-darah dan harus mengeluarkan stimulus untuk membalikkan keadaan.

"‎Negara maju yang baru terkena krisis 2008-2009 dan banyak mereka yang lakukan bailout, lakukan stimulus, counter siclycal, APBN mereka semua berdarah-darah. Dan mereka tahu bahwa enggak mungkin dengan situasi fiscal deficit dengan debt to GDP ratio yang begitu besar terus menerus," katanya dalam Dialog Perpajakan di Jakarta, Selasa (8/11/2016) malam.

Menurutnya, negara-negara maju tersebut mencoba menurunkan‎ nilai utang pemerintah dibanding Produk Domestik Bruto (debt to GDP ratio), mengurangi defisit fiskal, dan menggenjot penerimaan pajak dengan harapan ekonomi mereka dapat bangkit kembali.

"‎Mencoba menurunkan debt to GDP ratio, kurangi fiscal deficit, tax lebih dan berharap bahwa ekonomi tumbuh. Makanya semua berlomba-lomba cari pajak," imbuh dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, negara-negara di Eropa pun telah memulai reformasi pajak. Hal ini dimotivasi oleh kelakuan perusahaan Apple yang seolah mendaftarkan perusahaan pusat (headquarter) nya di Irlandia hanya untuk menghindari pajak.

"‎Dia (Apple) almost enggak bayar pajak sama sekali. Sehingga tiba-tiba Europian Commision mengatakan bahwa Apple telah menghindari pajak dan kemudian mengatakan mereka terutang pajak USD18 miliar," tutur Sri Mulyani.

Pernyataan Komisi Eropa tersebut, lanjut dia, membuat Menteri Keuangan AS marah. Menurut pemerintahan Paman Sam, Apple adalah perusahaan yang berasal dari AS, sehingga mereka hanya diwajibkan membayar pajak di AS.

"Menkeu AS marah. Siapa Aanda kok mau ngambil pajak perusahaan Apple yang berasal dari AS. Tax supposed to be my tax revenue. No that's supposed my tax revenue because headquaternya di Irlandia. So mereka berantem," tuturnya.

Untuk menghindari kejadian serupa, lanjut dia, para Menteri Keuangan seluruh dunia bersepakat untuk bekerja sama menghindari tax evasion dan tax avoidance. Salah satunya dengan mengaplikasikan pertukaran informasi perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI).

Menkeu seluruh dunia merasa bahwa jika yang dilakukan hanya saling berebut pajak maka tidak ada satupun yang akan menang. ‎Sehingga di forum G20 sekarang mengatakan, we should avoid raise the bottom dan harus bekerja sama menghidanri tax evasion dan tax avoidance.

"Salah satunya dengan mengaplikasikan aoutomatic exchange of information, minta OECD melakukan assesment dan seluruh negara sedang melakukan persiapan apa yang dibutuhkan agara AEoI bisa berjalan. Untuk bisa saling bersama-sama mengcompare," tandas Menkeu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dikritik Soal Pajak,...
Dikritik Soal Pajak, Sri Mulyani Maju Terus Pantang Mundur
Sri Mulyani Resmi Tarik...
Sri Mulyani Resmi Tarik Pajak Pengguna WeTransfer & OffGamers
Kick Off Sosialisasi...
Kick Off Sosialisasi UU HPP, Sri Mulyani: Reformasi Pajak Dibutuhkan
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Akal Bulus Perusahaan Hindari Pajak
Masih Seret, hingga...
Masih Seret, hingga Agustus Penerimaan Pajak Minus 15,6%
Sri Mulyani Kantongi...
Sri Mulyani Kantongi Rp3,92 Triliun dari Pajak Digital
Berita Terkini
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
48 menit yang lalu
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
1 jam yang lalu
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
1 jam yang lalu
Siap Hadapi Tantangan...
Siap Hadapi Tantangan Global, Perusahaan Penjaminan Ini Buktikan Tata Kelola yang Sehat dan Resilien
1 jam yang lalu
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
2 jam yang lalu
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved