Sri Mulyani Pede Ekonomi RI di Akhir Tahun Capai 5,1%

Kamis, 10 November 2016 - 20:22 WIB
Sri Mulyani Pede Ekonomi...
Sri Mulyani Pede Ekonomi RI di Akhir Tahun Capai 5,1%
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2016 atau akhir tahun bisa mencapai 5,0% hingga 5,1%. Untuk mencapainya, pemerintah akan mendorong dari sisi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) maupun dari sisi belanja ke daerah.

Dia mengatakan, hingga akhir tahun belanja negara baik pusat maupun daerah akan mencapai 96% dari target atau sekitar Rp600,6 triliun. Sementara untuk penerimaannya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memperkirakan hingga akhir tahun akan mencapai Rp486,1 triliun.

"Untuk penerimaannya, kita memperkirakan berdasarkan estimasi shortfall yang masih sama Rp219 triliun maka penerimaan dari seluruh pendapatan dalam negeri Rp486,1 triliun. Jadi total operasi fiskal kita ada netto Rp224,5 triliun," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Menurutnya, pada kuartal III/2016 penerimaan yang berasal dari program pengampunan pajak (tax amnesty) cukup baik, sementara dari sisi belanja pemerintah mengalami pelemahan. Oleh karena itu, pemerintah masih memiliki cukup anggaran untuk mendanai aktifitas hingga akhir tahun.

"Jadi kuartal III kita dalam posisi cukup baik karena penerimaan tax amnesty, sementara dari sisi belanja mengalami pelemahan. Sehingga kita memiliki cash yang muncul September lalu, cukup untuk mendanai aktifitas Oktober ini dan kita pada November dan Desember terutama penerimaan cukai akan meningkat," imbuh dia.

Mantan Menkeu era Presiden SBY ini menambahkan, sampai akhir tahun pemerintah masih akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) untuk pendanaan 2016 sekitar Rp98,7 triliun. Menurutnya pemerintah hingga akhir tahun masih memiliki opsi untuk melakukan prefunding domestik.

"Kita akan terus memantau kondisi pasar bond atau surat berharga dalam dan luar negeri. Kami koordinasi dengan BI untuk melihat jumlah likuiditas yang ada ," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Ekonomi Indonesia Bisa Melesat 5,7%
Wakil Menteri Keuangan...
Wakil Menteri Keuangan Beberkan Alasan Ekonomi RI Bisa Meroket 7,07%
Ekonomi Digital RI Bisa...
Ekonomi Digital RI Bisa Tembus USD65 Miliar di 2022
Ini Proyeksi Terkini...
Ini Proyeksi Terkini Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 dari Berbagai Lembaga
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Hadapi Kejatuhan Ekonomi RI di Kuartal II/2020
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
8 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
8 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
9 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
9 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved