Konsep Merger PLN-PGE Tak Jelas, Rini Disebut Tanam Bom Waktu

Kamis, 10 November 2016 - 20:45 WIB
Konsep Merger PLN-PGE...
Konsep Merger PLN-PGE Tak Jelas, Rini Disebut Tanam Bom Waktu
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dinilai menanam bom waktu ketika tidak menjelaskan secara rinci seputar konsep dan latar belakang penyatuan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat menemui serikat pekerja. Wakil Ketua Serikat Pekerja (SP) Pertamina Geothermal Energy (PGE) Sentot Yulianugroho menyayangkan sikap Menteri BUMN tersebut.

“Pertemuan berlangsung sangat singkat. Bu Menteri menyampaikan tentang rencana sinergi dari sisi pemerintah. Namun mengenai konsep itu sendiri, justru tidak terjawab. Ini hanya menanam bom waktu,” ucap Sentot di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Lebih lanjut dia mengingatkan bahwa pengambilalihan PGE oleh PLN merupakan langkah gegabah yang dilakukan permintah. Menurutnya rencana ini bisa sangat berbahaya dan bahkan menjadi bom waktu seperti halnya kasus Geodipa Energy dan Karaha Bodas.

"Seharusnya pemerintah belajar dari banyak kasus di masa lalu. Misalnya, tersanderanya Geodipa Energy. Geodipa tersandera, karena proses pengalihan Geodipa untuk melakukan pengelolaan panas bumi dari bekas Kontraktor Kontrak Operasi Bersama di Dieng dan Patuha tidak dilakukan secara matang, sehingga Geodipa sekarang tersandera dengan permasalahan hukum,” kata dia.

Bom waktu seperti itu, menurut dia bisa terjadi jika pemerintah memaksakan merger PGE oleh PLN. “Bom waktu itu adalah, potensi gugatan arbitrase yang dilakukan para Kontraktor Kontrak Operasi Bersama terhadap Pertamina dan PGE, karena tidak bisa mempertahankan WKP Eksisting yang sekarang dikelola. Jika itu terjadi, tidak bisa dibayangkan betapa besar harga yang harus dibayar,” paparnya.

Pertemuan Menteri Rini dengan para pekerja menurut Ketua Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy (SPPGE) Bagus Bramantio, hanya berlangsung singkat sehingga tidak cukup waktu untuk dialog. Dia menerangkan dalam pertemuan tersebut Rini mengatakan, karena hanya PLN yang menjadi single off taker, sehingga perlu kerja sama.

"Tetapi metode kerja sama itu sendiri, tidak dijelaskan dalam pertemuan tersebut. Bahkan, mengapa kerja sama itu sampai menghasilkan harga yang baik pun tidak dijelaskan. Sangat abu-abu yang disampaikan, Bu Menteri hanya bilang bahwa apa salahnya PLN masuk di PGE?” terang Bagus.

Dia menegaskan sikap SPPGE sangat jelas yakni menolak semua bentuk pengambilalihan PGE oleh PLN. Alasannya konsep pengambilalihan kepemilikan saham di PGE oleh pihak manapun (termasuk oleh PLN), diyakini olehnya bukan solusi yang tepat untuk melakukan percepatan pengembangan panas bumi di Indonesia.

Beberapa alasan yang menjadikan konsep tersebut tidak tepat, menurut Bagus, pertama, karena tindakan tersebut merupakan bentuk Un-Bundling Pertamina dan upaya pengkerdilan bisnis Pertamina. Padahal, lanjut dia, Pertamina sudah sejak tahun 1974 bergerak di bidang panas bumi dan akan terus berkomitmen melakukan pengembangan panas bumi di Indonesia.

Alasan lain di antaranya lanjut Bagus, karena pengambilalihan PGE tidak akan mengakselerasi dan menambah kapasitas terpasang panas bumi yang telah direncanakan dan ditargetkan oleh PGE, yakni sekitar 2,3 GW pada tahun 2025 di WKP Eksisting.

“Sehingga tindakan pengambilalihan PGE tersebut tidak akan mendukung pencapaian target bauran energi 2025 yang telah dicanangkan oleh Pemerintah (target sekitar 7,2 GW),” tutup Bagus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Agresif Transisi Energi,...
Agresif Transisi Energi, Pertamina Geothermal Energy Berhasil Bukukan Pendapatan dari Carbon Credit
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Kado HUT RI ke-76: Teknologi...
Kado HUT RI ke-76: Teknologi Geothermal Pertama di Dunia Karya Perwira Pertamina Geothermal Energy
Rombak Direksi, Pertamina...
Rombak Direksi, Pertamina Geothermal Bagi Dividen Rp1,48 Triliun
Gencar Inovasi Panas...
Gencar Inovasi Panas Bumi, PGE Diganjar Penghargaan oleh Kementerian ESDM
Lewati Target, PGE Catat...
Lewati Target, PGE Catat Produksi Listrik 4.618 GWh di 2020
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
29 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved