IHSG Makin Anjlok, Rupiah Siang Ini Masih Loyo
Jum'at, 11 November 2016 - 11:53 WIB
IHSG Makin Anjlok, Rupiah Siang Ini Masih Loyo
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi siang hari ini kompak semakin parah alias jatuh cukup dalam.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.285/USD atau melemah dibanding sebelumnya pada posisi Rp13.166/USD. Pada sesi I ini rupiah berada di kisaran Rp13.250- Rp13.723/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp13.301/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.138/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah berada pada kisaran level Rp13.273-Rp13.873/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini berada pada level Rp13.417/USD atau jatuh dari penutupan kemarin di level Rp13.130/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.350/USD. Posisi ini terpuruk 232 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.118/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini semakin terkapar hingga 160,99 poin atau 2,95% ke level 5.289,32 setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka anjlok 74,42 poin atau 1,37% ke level 5.375,88. Pada perdagangan kemarin berakhir naik hingga 35,99 poin atau 0,66% ke level 5.450,31.
Bahkan, hampir semua sektor saham dalam negeri berada di area merah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor infrastruktur yang turun 3,81% disusul sektor aneka industri yang turun 3,78%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,73 triliun dengan 6,66 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,46 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp2,72 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,26 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 44 saham menguat, 267 saham melemah dan 69 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk (INAF), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Alam Karya Unggul Tbk (AKKU). Sementara, sektor-sektor yang melemah di antaranya PT
Astra Intenational Tbk (ASII), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.285/USD atau melemah dibanding sebelumnya pada posisi Rp13.166/USD. Pada sesi I ini rupiah berada di kisaran Rp13.250- Rp13.723/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp13.301/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.138/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah berada pada kisaran level Rp13.273-Rp13.873/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini berada pada level Rp13.417/USD atau jatuh dari penutupan kemarin di level Rp13.130/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.350/USD. Posisi ini terpuruk 232 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.118/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini semakin terkapar hingga 160,99 poin atau 2,95% ke level 5.289,32 setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka anjlok 74,42 poin atau 1,37% ke level 5.375,88. Pada perdagangan kemarin berakhir naik hingga 35,99 poin atau 0,66% ke level 5.450,31.
Bahkan, hampir semua sektor saham dalam negeri berada di area merah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor infrastruktur yang turun 3,81% disusul sektor aneka industri yang turun 3,78%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,73 triliun dengan 6,66 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,46 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp2,72 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,26 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 44 saham menguat, 267 saham melemah dan 69 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk (INAF), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Alam Karya Unggul Tbk (AKKU). Sementara, sektor-sektor yang melemah di antaranya PT
Astra Intenational Tbk (ASII), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).
(izz)
Lihat Juga :