Ekonom: Sentimen Negatif Terhadap Rupiah Bersifat Sementara

Jum'at, 11 November 2016 - 16:02 WIB
Ekonom: Sentimen Negatif...
Ekonom: Sentimen Negatif Terhadap Rupiah Bersifat Sementara
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, Bank Indonesia (BI) akan tetap berada di pasar untuk melakukan stabilisasi yang diperlukan ketika rupiah melemah jauh dari level fundamentalnya.

"Apalagi kemarin pun BI, Kemenkeu, LPS dan OJK sudah bertemu dalam forum KSSK, dimana Pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan akan terus memperkuat koordinasi guna memastikan kesinambungan pemulihan perekonomian nasional," ujar Josua saat dihubungi Jumat, (11/11/2016).

Dia melanjutakan, pemantauan terhadap perkembangan ekonomi domestik dan global, serta berbagai risiko yang dapat mengemuka akan terus dilakukan secara intensif.

Sinergi kebijakan akan dilakukan secara kuat sehingga berbagai langkah yang ditempuh menjadi kesatuan yang terintegrasi mendukung upaya memperkuat ketahanan ekonomi.

"Dan langkah-langkah stabilisasi rupiah sepertinya sudah dioptimalkan oleh BI, dimana sekarang rupiah menguat ke level Rp13.260 per dolar dari pembukaan sekitar Rp13.500 per dolar. Disamping itu, BI juga melakukan buyback SUN seri FR72,FR73, FR59 dan FR61 untuk meredam sell off dari asing di pasar SUN," pungkas dia.

Josua memandang, pelemahan mata uang Indonesia ini hanya bersifat sementara karena reaksi sell-off di pasar obligasi AS karena ekspektasi kenaikan inflasi AS. (Baca: Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III 2016 Turun 1,83%)

"Hari ini, BI juga merilis data defisit transaksi berjalan yang pada kuartal III 2016 mengecil menjadi 1,83% terhadap PDB," tukas dia.

Diharapakan sentimen negatif dari global ini bersifat sementara karena fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik, ditambah ekspektasi masuknya dana repatriasi pada akhir tahun ini yang akan mencapai lebih Rp100 triliun diharapkan dapat membatasi pelemahan mata uang rupiah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Ekonomi : Pelemahan...
Pengamat Ekonomi : Pelemahan Rupiah Tak Bisa Jadi Satu-satunya Indikator Ekonomi Indonesia
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Rupiah Terlindas Dolar...
Rupiah Terlindas Dolar AS, Pasar Pesimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Capai 5,7%
Jika Rupiah Tembus Rp20...
Jika Rupiah Tembus Rp20 Ribu, Akademisi Proyeksikan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3%
Kesinambungan Melemahnya...
Kesinambungan Melemahnya Rupiah: Kolonisasi Sistem dan Mental
Rupiah Amblas Saat Ekonomi...
Rupiah Amblas Saat Ekonomi Negeri Paman Sam Pulih
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
32 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved