IHSG Pagi Merosot 53,63 Poin Saat Bursa Asia Mixed
Senin, 14 November 2016 - 09:36 WIB
IHSG Pagi Merosot 53,63 Poin Saat Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka memerah ke level 5.178,34 dengan kejatuhan 1,03% atau setara dengan 53,63 poin. Kemerosotan bursa saham dalam Negeri terjadi saat bursa Asia dibuka mixed.
Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup tidak berdaya bahkan tenggelam cukup dalam hingga 218,33 poin atau 4,01% ke level 5.231,97. Dilansir CNBC, Senin (14/11/2016) indeks Jepang tercatat melompat naik di awal perdagangan hari ini, yang diyakini didorong pelemahan yen dan PDB yang lebih baik dari yang diharapkan.
Bursa saham Jepang dibuka menguat 1,53% atau setara dengan 265,77 poin ke level 17.640,56, setelah produk domestik bruto kuartal ketiga dirilis menunjukkan ekonomi tumbuh 2,2% melebihi perkiraan sebelumnya 0,9%.
Di Australia, indeks pastokan ASX 200 mengalami pelemahan 0,74% dalam perdagangan pagi ini, terseret sektor keuangan yang turun 1,08%. Saham bank-bank besar di Australia seperti bank Westpac dan ANZ jatuh sebesar 3,42% dan 2,05% untuk masing-masing. Sementara pasar saham Korea Selatan yakni indeks Kospi menyusut 0,31% atau 6,11 poin ke level 1.978,32 di tengah krisis politik yang berkembang ketika Presiden Park Geun-hye didesak untuk turun.
"Pasar akan tetap waspada terhadap berita-berita seputar kebijakan dan janji-jani Presiden Trump setelah pemilihan Presiden. Dalam hal ini mungkin karena sesuatu bisa berbeda dari realitas," terang Kepala FX strategi Bank National National Ray Attrill.
Selanjutnya pada daratan China, indeks Shanghai dibuka menghijau di level 3.201,75 dengan kenaikan 5,70 poin atau 0,18%, mengiringi pelemahan yang terjadi pada indeks Hang Seng dengan penyusutan sebesar 1,76% atau setara dengan 396,72 poin menjadi 22.134,37. Indeks Strait Times menurun 1,15% atau 32,23 poin menjadi 2.782,37.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada dalam tren negatif dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur yang anjlok sebesar 3,22% diikuti sektor keuangan menyusut mencapai 2,86%. Satu-satunya sektor yang mencetak kenaikan adalah pertanian 0,61%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp516 miliar dengan 573 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp150,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp267,8 miliar dan aksi beli sebesar Rp117,4 miliar. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 36 saham menguat, 152 saham melemah dan 72 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk. (INAF) melonjak Rp170 menjadi Rp4.420, PT Sumber Energi Andalan Tbk. (ITMA) naik Rp55 menjadi Rp985 dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) bertambah Rp40 menjadi Rp2.550.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp1.375 menjadi Rp62.775, PT Astra International Tbk. (ASII) berkurang Rp175 menjadi Rp7.525 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp150 menjadi Rp5.000.
Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup tidak berdaya bahkan tenggelam cukup dalam hingga 218,33 poin atau 4,01% ke level 5.231,97. Dilansir CNBC, Senin (14/11/2016) indeks Jepang tercatat melompat naik di awal perdagangan hari ini, yang diyakini didorong pelemahan yen dan PDB yang lebih baik dari yang diharapkan.
Bursa saham Jepang dibuka menguat 1,53% atau setara dengan 265,77 poin ke level 17.640,56, setelah produk domestik bruto kuartal ketiga dirilis menunjukkan ekonomi tumbuh 2,2% melebihi perkiraan sebelumnya 0,9%.
Di Australia, indeks pastokan ASX 200 mengalami pelemahan 0,74% dalam perdagangan pagi ini, terseret sektor keuangan yang turun 1,08%. Saham bank-bank besar di Australia seperti bank Westpac dan ANZ jatuh sebesar 3,42% dan 2,05% untuk masing-masing. Sementara pasar saham Korea Selatan yakni indeks Kospi menyusut 0,31% atau 6,11 poin ke level 1.978,32 di tengah krisis politik yang berkembang ketika Presiden Park Geun-hye didesak untuk turun.
"Pasar akan tetap waspada terhadap berita-berita seputar kebijakan dan janji-jani Presiden Trump setelah pemilihan Presiden. Dalam hal ini mungkin karena sesuatu bisa berbeda dari realitas," terang Kepala FX strategi Bank National National Ray Attrill.
Selanjutnya pada daratan China, indeks Shanghai dibuka menghijau di level 3.201,75 dengan kenaikan 5,70 poin atau 0,18%, mengiringi pelemahan yang terjadi pada indeks Hang Seng dengan penyusutan sebesar 1,76% atau setara dengan 396,72 poin menjadi 22.134,37. Indeks Strait Times menurun 1,15% atau 32,23 poin menjadi 2.782,37.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada dalam tren negatif dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur yang anjlok sebesar 3,22% diikuti sektor keuangan menyusut mencapai 2,86%. Satu-satunya sektor yang mencetak kenaikan adalah pertanian 0,61%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp516 miliar dengan 573 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp150,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp267,8 miliar dan aksi beli sebesar Rp117,4 miliar. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 36 saham menguat, 152 saham melemah dan 72 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk. (INAF) melonjak Rp170 menjadi Rp4.420, PT Sumber Energi Andalan Tbk. (ITMA) naik Rp55 menjadi Rp985 dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) bertambah Rp40 menjadi Rp2.550.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp1.375 menjadi Rp62.775, PT Astra International Tbk. (ASII) berkurang Rp175 menjadi Rp7.525 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp150 menjadi Rp5.000.
(akr)
Lihat Juga :