Rupiah Dibuka Masih Lesu, USD Sentuh Level Tertinggi
Senin, 14 November 2016 - 10:41 WIB
Rupiah Dibuka Masih Lesu, USD Sentuh Level Tertinggi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka masih lesu dengan kecenderungan bergerak variatif. Tren negatif rupiah pada pembukaan pagi ini seiring dengan meroketnya USD terhadap beberapa mata uang utama.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah dibuka di level Rp13.356/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan akhir kemarin di level Rp13.285/USD. Mata uang Garuda awal pekan ini bergerak dengan kisaran harian Rp13.258-Rp13.488/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini berada pada level Rp13.322/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai berangsur pulih dari penutupan sebelumnya di level Rp13.417/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.364/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.383/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.320-Rp13.585/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.358/USD. Posisi ini menguat tipis dibanding posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.350/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (14/11/2016) USD pagi ini menyentuh level tertinggi terhadap beberapa mata uang utama, dipicu mulai redanya efek Pemilihan Presiden AS yang dimenangkan oleh Donald Trump. Indeks USD melonjak sebesar 0,4% menjadi 99.428 setelah sebelumnya sempat berada pada posisi tertinggi 99.445 sejak 1 Februari.
Sementara USD terhadap yen juga mengalami peningkatan 0,6% menjadi 107.360, bangkit di atas 107 untuk pertama kalinya sejak akhir Juli. "Ini mungkin adalah ide yang baik untuk tetap menjaga USD pada level tertinggi sementara Trump belum menjelaskan secara spesifik seputar kebijakan yang bakal diambil," Ketua Forex Strategi Mizuho Securities Masafumi Yamamoto.
"Euro bisa lebih mudah terkena tekanan negatif di tengah kekhawatiran bahwa kemenangan Trump akan kemunculkan, agenda anti-globalism. Hal ini diyakini dapat mempengaruhi pemilu di Italia, Belanda dan Perancis tahun depan dan referendum," sambungnya.
Euro tercatat menyusut 0,5% ke level 1.0800 saat melawan USD, setelah sempat menyentuh posisi 1.0798 atau yang terendah sejak akhir Januari. Perubahan sedikit juga terjadi pada dolar Australia menjadi 0.7552 mengiringi penurunan dolar Selandia Baru sebesar 0,25% menjadi 0.7107.
Mata uang yang terkait dengan kemitraan Trans Pacific Partnership (TPP) seperti Aussie dan Selandia Baru, berada di bawah tekanan setelah berita-berita sebelumnya menyatakan bahwa terpilihnya Trump akan membuat AS mengkaji kesepakatan perdagangan dengan negara-negara Asia dan Amerika Latin. Di sisi lain, pounds melemah 0,2% menjadi 1.2567 melawan USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah dibuka di level Rp13.356/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan akhir kemarin di level Rp13.285/USD. Mata uang Garuda awal pekan ini bergerak dengan kisaran harian Rp13.258-Rp13.488/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini berada pada level Rp13.322/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai berangsur pulih dari penutupan sebelumnya di level Rp13.417/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.364/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.383/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.320-Rp13.585/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.358/USD. Posisi ini menguat tipis dibanding posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.350/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (14/11/2016) USD pagi ini menyentuh level tertinggi terhadap beberapa mata uang utama, dipicu mulai redanya efek Pemilihan Presiden AS yang dimenangkan oleh Donald Trump. Indeks USD melonjak sebesar 0,4% menjadi 99.428 setelah sebelumnya sempat berada pada posisi tertinggi 99.445 sejak 1 Februari.
Sementara USD terhadap yen juga mengalami peningkatan 0,6% menjadi 107.360, bangkit di atas 107 untuk pertama kalinya sejak akhir Juli. "Ini mungkin adalah ide yang baik untuk tetap menjaga USD pada level tertinggi sementara Trump belum menjelaskan secara spesifik seputar kebijakan yang bakal diambil," Ketua Forex Strategi Mizuho Securities Masafumi Yamamoto.
"Euro bisa lebih mudah terkena tekanan negatif di tengah kekhawatiran bahwa kemenangan Trump akan kemunculkan, agenda anti-globalism. Hal ini diyakini dapat mempengaruhi pemilu di Italia, Belanda dan Perancis tahun depan dan referendum," sambungnya.
Euro tercatat menyusut 0,5% ke level 1.0800 saat melawan USD, setelah sempat menyentuh posisi 1.0798 atau yang terendah sejak akhir Januari. Perubahan sedikit juga terjadi pada dolar Australia menjadi 0.7552 mengiringi penurunan dolar Selandia Baru sebesar 0,25% menjadi 0.7107.
Mata uang yang terkait dengan kemitraan Trans Pacific Partnership (TPP) seperti Aussie dan Selandia Baru, berada di bawah tekanan setelah berita-berita sebelumnya menyatakan bahwa terpilihnya Trump akan membuat AS mengkaji kesepakatan perdagangan dengan negara-negara Asia dan Amerika Latin. Di sisi lain, pounds melemah 0,2% menjadi 1.2567 melawan USD.
(akr)