Bursa Saham Asia Variatif, IHSG Berakhir di Zona Positif
Kamis, 17 November 2016 - 16:34 WIB
Bursa Saham Asia Variatif, IHSG Berakhir di Zona Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berhasil di jalur hijau meski pada perdagangan sesi I sempat ditutup memerah. Pasar saham Tanah Air sore ini ditutup pada level 5.193,02 atau meningkat 7,55 poin setara dengan 0,15%.
Pada perdagangan sesi I, IHSG berada di wilayah negatif dengan melemah 1,82 poin atau 0,04% ke level 5.183,65, meski pada perdagangan tadi pagi sempat dibuka menghijau ke level 5.185,86 bertambah 0,40 poin atau 0,01%. Sedangkan kemarin, IHSG berakhir menguat hingga 106,96 poin atau 2,11% ke level 5.185,46.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,80%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan yang melemah 1,43%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,14 triliun dengan 10,66 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp158,99 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,26 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,10 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 145 saham menguat, 143 saham melemah dan 113 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp475 menjadi Rp62.975, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp130 menjadi Rp2.380, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp60 menjadi Rp2.410.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp60 menjadi Rp940, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp55 menjadi Rp1.580, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melemah Rp50 menjadi Rp1.440.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (17/11/2016) bursa saham Asia berakhir mixed, setelah harga minyak memperpanjang penurunan. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 tidak berubah di level 17,862.63, pulih dari kerugian sebelumnya hampir 0,4%. Indeks acuan Jepang telah naik hampir 10% sejak 9 November.
Pasar daratan China ditutup mixed, dengan komposit Shanghai ditutup naik 3,62 poin atau 0,11% ke level 3.208,67, sedangkan komposit Shenzhen turun 7,98 poin atau 0,37% ke level 2.116,85.
Indeks Kospi naik 0,15% persen. Indeks acuan Korea Selatan ini dibuka satu jam kemudian pada hari ini, karena ujian masuk perguruan tinggi nasional.
Di Australia, Indeks ASX 200 melawan tren untuk menyelesaikan 0,2 persen atau 10,828 poin ke level 5.338,5 setelah kerugian awal lebih dari 0,3%. Indeks acuan ini melemah terbebani sektor energi yang turun 1,2%.
Saham perusahaan minyak utama Australia lebih rendah. Di mana saham Santos turun 2,71% menjadi 3,95 dolar Australia, saham Woodside Petroleum turun 1,61% menjadi 29,27 dolar Australia dan dan Oil Search tercatat mendatar.
Pada perdagangan sesi I, IHSG berada di wilayah negatif dengan melemah 1,82 poin atau 0,04% ke level 5.183,65, meski pada perdagangan tadi pagi sempat dibuka menghijau ke level 5.185,86 bertambah 0,40 poin atau 0,01%. Sedangkan kemarin, IHSG berakhir menguat hingga 106,96 poin atau 2,11% ke level 5.185,46.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,80%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan yang melemah 1,43%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,14 triliun dengan 10,66 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp158,99 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,26 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,10 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 145 saham menguat, 143 saham melemah dan 113 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp475 menjadi Rp62.975, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp130 menjadi Rp2.380, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp60 menjadi Rp2.410.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp60 menjadi Rp940, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp55 menjadi Rp1.580, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melemah Rp50 menjadi Rp1.440.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (17/11/2016) bursa saham Asia berakhir mixed, setelah harga minyak memperpanjang penurunan. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 tidak berubah di level 17,862.63, pulih dari kerugian sebelumnya hampir 0,4%. Indeks acuan Jepang telah naik hampir 10% sejak 9 November.
Pasar daratan China ditutup mixed, dengan komposit Shanghai ditutup naik 3,62 poin atau 0,11% ke level 3.208,67, sedangkan komposit Shenzhen turun 7,98 poin atau 0,37% ke level 2.116,85.
Indeks Kospi naik 0,15% persen. Indeks acuan Korea Selatan ini dibuka satu jam kemudian pada hari ini, karena ujian masuk perguruan tinggi nasional.
Di Australia, Indeks ASX 200 melawan tren untuk menyelesaikan 0,2 persen atau 10,828 poin ke level 5.338,5 setelah kerugian awal lebih dari 0,3%. Indeks acuan ini melemah terbebani sektor energi yang turun 1,2%.
Saham perusahaan minyak utama Australia lebih rendah. Di mana saham Santos turun 2,71% menjadi 3,95 dolar Australia, saham Woodside Petroleum turun 1,61% menjadi 29,27 dolar Australia dan dan Oil Search tercatat mendatar.
(izz)
Lihat Juga :