USD Keok Lawan Yen dan Euro, Rupiah Ditutup Masih Loyo
Kamis, 17 November 2016 - 17:10 WIB
USD Keok Lawan Yen dan Euro, Rupiah Ditutup Masih Loyo
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih betah wilayah negatif sejak pembukaan tadi pagi. Pelemahan rupiah sore ini di tengah melemahnya USD terhadap yen dan euro.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir masih loyo di posisi Rp13.373/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.345/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.331-Rp13.436/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.405/USD. Posisi ini memperlihatkan tidak lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.355/USD.
Posisi rupiah hingga akhir perdagangan berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan pada level Rp13.385/USD. Posisi ini memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.347/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.333/USD atau membaik dari penutupan kemarin di level Rp13.353/USD. Mata uang Garuda bergerak dengan kisaran harian Rp13.313-Rp13.409/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/11/2016), USD kembali jatuh terhadap mata uang utama lainnya, terkena spekulasi Kepala Federal Reserve Janet Yellen akan mengungkapkan keprihatinan atas laju gelombang USD tertinggi dalam 13,5 tahun pada pekan lalu dan kenaikan menyertai imbal hasil obligasi.
USD lebih tinggi pekan ini setelah melompat pada beberapa hari terakhir ini setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS Selasa lalu, didorong oleh ekspektasi Trump akan menaikkan inflasi.
Pada awal perdagangan di Eropa, greenback turun sekitar 0,2% terhadap beberapa mata uang yang mengukur kekuatannya lebih luas, titik setengah dari hampir 14 tahun tertinggi kemarin. USD terhadap yen mendatar di level 109,03 dan 0,2% persen lebih rendah terhadap euro di level 1,0709.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir masih loyo di posisi Rp13.373/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.345/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.331-Rp13.436/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.405/USD. Posisi ini memperlihatkan tidak lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.355/USD.
Posisi rupiah hingga akhir perdagangan berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan pada level Rp13.385/USD. Posisi ini memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.347/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.333/USD atau membaik dari penutupan kemarin di level Rp13.353/USD. Mata uang Garuda bergerak dengan kisaran harian Rp13.313-Rp13.409/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/11/2016), USD kembali jatuh terhadap mata uang utama lainnya, terkena spekulasi Kepala Federal Reserve Janet Yellen akan mengungkapkan keprihatinan atas laju gelombang USD tertinggi dalam 13,5 tahun pada pekan lalu dan kenaikan menyertai imbal hasil obligasi.
USD lebih tinggi pekan ini setelah melompat pada beberapa hari terakhir ini setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS Selasa lalu, didorong oleh ekspektasi Trump akan menaikkan inflasi.
Pada awal perdagangan di Eropa, greenback turun sekitar 0,2% terhadap beberapa mata uang yang mengukur kekuatannya lebih luas, titik setengah dari hampir 14 tahun tertinggi kemarin. USD terhadap yen mendatar di level 109,03 dan 0,2% persen lebih rendah terhadap euro di level 1,0709.
(izz)