Laba Bersih BNI Syariah Kuartal III/2016 Tumbuh 37,4%
Senin, 21 November 2016 - 21:21 WIB
Laba Bersih BNI Syariah Kuartal III/2016 Tumbuh 37,4%
A
A
A
JAKARTA - BNI Syariah mencatatkan laba bersih kuartal III/2016 sebesar Rp215,23 miliar atau naik 37,42% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp156,62 miliar.
Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, BNI Syariah melewati kuartal III/2016 cukup baik. Meski tahun ini ekonomi masih belum menunjukkan perbaikan signifikan, karena masih dipengaruhi melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
"Pertumbuhan laba tersebut pada satu sisi disokong ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya. Di sisi lain juga dikontribusikan oleh komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus membaik," ujar Imam dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (21/11/2016).
Kinerja triwulan ketiga dari sisi neraca berjalan cukup optimal. Sebagaimana terlihat pada pertumbuhan aset secara year on year (YoY) naik sebesar 17,88% dari Rp22,75 triliun pada September tahun lalu menjadi sebesar Rp26,82 triliun pada 2016.
"Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,09% dan dana sebesar 20,26% terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode sama," kata dia.
Pembiayaan yang disalurkan pada September 2015 sebesar Rp16,97 triliun berhasil tumbuh menjadi Rp19,53 triliun pada September tahun ini. Pertumbuhan ini dilakukan dengan penjagaan terhadap kualitas pembiayaan sehingga NPF triwulan ketiga 2016 ini terjaga di level 3,03%, di bawah rata-rata industri perbankan syariah.
"Di sisi lain, dana pihak ketiga yang pada September tahun lalu sebesar Rp18,93 triliun meningkat menjadi Rp22,77 triliun pada September 2016, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,42% naik dari 43,78% di tahun sebelumnya," ujarnya.
Sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer sebesar 53,46%, disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,55%, pembiayaan komersial sebesar 16,20%, pembiayaan mikro sebesar 5,85%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,93%.
Untuk pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 85,51%. "Pertumbuhan laba triwulan ketiga ini juga disumbang dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang. Hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif turun dari 91,60% pada September 2015 menjadi 86,28% pada September 2016," terangnya.
BNI Syariah mendukung UMKM dan tidak lepas dari rencana pemerintah meningkatkan UMKM di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto mampu meningkat sebesar 60,34%.
"Alhamdulillah, BNI Syariah berkomitmen mendukung kemajuan UMKM di Indonesia, salah satunya dengan mendukung komunitas GEE ini. Kami meyakini potensi UMKM di Indonesia saat ini masih cukup besar dan masih banyak yang belum mendapat sentuhan dari lembaga perbankan khususnya perbankan syariah," ujarnya.
Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, BNI Syariah melewati kuartal III/2016 cukup baik. Meski tahun ini ekonomi masih belum menunjukkan perbaikan signifikan, karena masih dipengaruhi melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
"Pertumbuhan laba tersebut pada satu sisi disokong ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya. Di sisi lain juga dikontribusikan oleh komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus membaik," ujar Imam dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (21/11/2016).
Kinerja triwulan ketiga dari sisi neraca berjalan cukup optimal. Sebagaimana terlihat pada pertumbuhan aset secara year on year (YoY) naik sebesar 17,88% dari Rp22,75 triliun pada September tahun lalu menjadi sebesar Rp26,82 triliun pada 2016.
"Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,09% dan dana sebesar 20,26% terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode sama," kata dia.
Pembiayaan yang disalurkan pada September 2015 sebesar Rp16,97 triliun berhasil tumbuh menjadi Rp19,53 triliun pada September tahun ini. Pertumbuhan ini dilakukan dengan penjagaan terhadap kualitas pembiayaan sehingga NPF triwulan ketiga 2016 ini terjaga di level 3,03%, di bawah rata-rata industri perbankan syariah.
"Di sisi lain, dana pihak ketiga yang pada September tahun lalu sebesar Rp18,93 triliun meningkat menjadi Rp22,77 triliun pada September 2016, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,42% naik dari 43,78% di tahun sebelumnya," ujarnya.
Sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer sebesar 53,46%, disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,55%, pembiayaan komersial sebesar 16,20%, pembiayaan mikro sebesar 5,85%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,93%.
Untuk pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 85,51%. "Pertumbuhan laba triwulan ketiga ini juga disumbang dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang. Hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif turun dari 91,60% pada September 2015 menjadi 86,28% pada September 2016," terangnya.
BNI Syariah mendukung UMKM dan tidak lepas dari rencana pemerintah meningkatkan UMKM di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto mampu meningkat sebesar 60,34%.
"Alhamdulillah, BNI Syariah berkomitmen mendukung kemajuan UMKM di Indonesia, salah satunya dengan mendukung komunitas GEE ini. Kami meyakini potensi UMKM di Indonesia saat ini masih cukup besar dan masih banyak yang belum mendapat sentuhan dari lembaga perbankan khususnya perbankan syariah," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :