Jeda Siang IHSG Menguat, Rupiah Malah Melemah
Selasa, 22 November 2016 - 12:24 WIB
Jeda Siang IHSG Menguat, Rupiah Malah Melemah
A
A
A
JAKARTA - Mengakhiri sesi I perdagangan Selasa (22/11/2016), Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpantau menguat 0,24% atau 12,4 poin ke level 5.160,72.
Sebelumnya, pada pembukaan pukul 08.55 WIB, IHSG dibuka melemah 0,15% atau 7,66 poin ke 5.140,66. Namun berbalik rebound 0,13% atau 6,81 poin ke level 5.155,12 pada pukul 09.05 WIB.
Mengakhiri sesi I perdagangan hari ini, Selasa (22/11/2016), indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,24% atau 12,4 poin ke level 5.160,72.
Delapan dari 10 indesk sektoral membantu menguatkan IHSG. Sektor saham pertambangan memimpin penguatan 2,97%. Sedangkan aneka industri memimpin pelemahan dengan jatuh 1,50%. Selain itu, naiknya IHSG juga ditopang sentimen positif dari bursa regional.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot pada sesi I perdagangan Selasa ini, terpantau melemah 0,25% atau 33 poin ke Rp13.439/USD.
Padahal pagi tadi, rupiah dibuka variatif. Indeks Bloomberg mencatat mata uang Garuda dibuka melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.410/USD. Sementara data Yahoo Finance, rupiah hari ini dibuka menguat 5 poin ke Rp13.420/USD.
Meski rally indeks dolar AS sudah terhenti, namun lemahnya rupiah karena masih merespons kemungkinan naiknya suku bunga The Fed pada akhir tahun ini. Sejumlah pejabat The Fed termasuk Gubernur Janet Yellen memberi sinyal kenaikan suku bunga yang semakin tinggi untuk akhir tahun ini dan tahun depan.
Sebelumnya, pada pembukaan pukul 08.55 WIB, IHSG dibuka melemah 0,15% atau 7,66 poin ke 5.140,66. Namun berbalik rebound 0,13% atau 6,81 poin ke level 5.155,12 pada pukul 09.05 WIB.
Mengakhiri sesi I perdagangan hari ini, Selasa (22/11/2016), indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,24% atau 12,4 poin ke level 5.160,72.
Delapan dari 10 indesk sektoral membantu menguatkan IHSG. Sektor saham pertambangan memimpin penguatan 2,97%. Sedangkan aneka industri memimpin pelemahan dengan jatuh 1,50%. Selain itu, naiknya IHSG juga ditopang sentimen positif dari bursa regional.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot pada sesi I perdagangan Selasa ini, terpantau melemah 0,25% atau 33 poin ke Rp13.439/USD.
Padahal pagi tadi, rupiah dibuka variatif. Indeks Bloomberg mencatat mata uang Garuda dibuka melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.410/USD. Sementara data Yahoo Finance, rupiah hari ini dibuka menguat 5 poin ke Rp13.420/USD.
Meski rally indeks dolar AS sudah terhenti, namun lemahnya rupiah karena masih merespons kemungkinan naiknya suku bunga The Fed pada akhir tahun ini. Sejumlah pejabat The Fed termasuk Gubernur Janet Yellen memberi sinyal kenaikan suku bunga yang semakin tinggi untuk akhir tahun ini dan tahun depan.
(ven)
Lihat Juga :