Rencana Restrukturisasi Airbus Ancam Pangkas 780 Pekerja

Rabu, 23 November 2016 - 15:28 WIB
Rencana Restrukturisasi...
Rencana Restrukturisasi Airbus Ancam Pangkas 780 Pekerja
A A A
TOULOUSE - Rencana restrukturisasi yang akan dilakukan produsen pesawat komersial asal Prancis yakni Airbus (AIR.PA) dapat mengakibatkan 780 pekerja menjadi korban pemangkasan seperti dilaporkan koran bisnis Les Echos. Pernyataan tersebut mengutip perkiraan yang disampaikan pihak CFTC trade union.

(Baca Juga: Airbus Kesandung Kasus Korupsi di Inggris)

Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/11/2016) pada September lalu, Airbus Group akan bergabung dengan unit planemaking, dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi birokrasi dan menyederhanakan brand. Menanggapi hal itu CFTC union mengatakan bahwa asosiasi pekerja Airbus mengaku telah dihubungi terkait PHK.

Pengurangan pekerja dinilai sebagai buntut dari rencana efisiensi yang dilakukan Airbus dengan perkiraan mencapai 780 orang. "Sehubungan dengan proses yang masih berlanjut, saat ini belum ada keputusan apapun. Kami tidak akan mengomentari spekulasi di media," ungkap juru bicara Airbus saat dikonfirmasi mengenai laporan tersebut.

Sebelumnya Airbus mengaku tengah menghadapi minimnya permintaan pesawat, hingga membuat pihak perusahaan akan memangkas produksi pesawat superjumbo A380 menjadi satu unit per bulan mulai 2018 akibat penurunan permintaan. "Sejalan dengan tingkat permintaan saat ini, Airbus memutuskan memproduksi 12 unit A380 per tahun mulai 2018," ujar pihak Airbus.

Airbus sendiri pada tengah tahun kematin telah menerima pesanan untuk 319 pesawat dari 18 maskapai di seluruh dunia dan masih harus mengirimkan 126 unit kepada pembeli. Namun permintaan kian menurun. Airbus mengungkapkan pengiriman A380 pada tahun lalu mencapai 27 unit, namun jumlah pesawat yang akan dikirim kepada konsumen pada 2017 hanya 20 unit, dan jumlah tersebut diproyeksikan akan terus menurun.

Emirates merupakan konsumen terbesar A380. Maskapai penerbangan asal Dubai itu kini mengoperasi 81 unit pesawat jenis tersebut dan 142 unit lainnya akan menyusul.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Turbulensi...
Mengenal Turbulensi di Pesawat, Bisakah Bikin Kecelakaan?
Turbulensi Pesawat:...
Turbulensi Pesawat: Mengapa Ancaman Langit Ini Semakin Sering Terjadi?
10 Pesawat Ini Nekat...
10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!
Duh! Kalau Pesawat Jatuh,...
Duh! Kalau Pesawat Jatuh, Duduk di Mana Biar Selamat? Ini Kata Peneliti!
5 Negara yang Telah...
5 Negara yang Telah Menggunakan Pesawat Tempur Rafale, Indonesia Menyusul?
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Latih Tecnam P2006T yang Jatuh di BSD
Berita Terkini
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
21 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
4 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved