Rencana BI Gunakan SBN Jadi Instrumen Moneter Dinilai Tepat

Senin, 28 November 2016 - 09:56 WIB
Rencana BI Gunakan SBN...
Rencana BI Gunakan SBN Jadi Instrumen Moneter Dinilai Tepat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berencana menggantikan seluruh Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi Surat Berharga Negara (SBN) dalam operasi moneternya. Kebijakan yang diterapkan jangka panjang ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Toni Prasetyantono menilai langkah BI te‎rsebut sangat tepat. Karena, saat ini pemerintah membutuhkan banyak pendanaan demi percepat pembangunan infrastruktur.

‎"Ini langkah positif, karena SBN itu bisa disalurkan menjadi pembiayaan pemerintah. Misalnya ke infrastruktur, jadi lebih produktif," kata Toni dalam rilisnya kepada SINDOnews, Senin (28/11/2016),

Di tengah investasi oleh swasta saat ini masih belum bisa diharapkan, model pembiayaan melalui SBN bisa dijadikan alternatif pemerintah di tengah keterbatasan APBN pada 2017.

Dia mengaku, dengan digantikannya SBI menjadi SBN mengurangi instrumen BI dalam mengendalikan gejolak nilai tukar rupiah terhadap USD. "Namun saat ini tampaknya prioritas pendanaan proyek pemerintah lebih urgent daripada operasi menyerap rupiah. Paling tidak, kebijakan BI ini paling cepat terlihat mulai 2018‎," tutur Toni.

‎‎Direktur Jenderal Pembiayaan, Pengelolaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan sewaktu memberikan paparan kepada wartawan di Sentul beberapa waktu lalu mengatakan, Kemenkeu menyambut baik arah kebijakan BI yang ingin mengganti SBI ke SBN sebagai instrumen moneter.

"Kami sambut baik BI gunakan SBN kita sebagai operasi moneter. Karena SBN yang dipegang BI masih di bawah jumlah ideal dalam melakukan operasi moneter," ucap Robert.

Menurutnya, BI bisa lebih mudah melakukan stabilisasi dengan SBN ketimbang penggunaan SBI karena jika terjadi dana keluar, BI tidak segan untuk membeli SBN. "Jadi, kalau ada outflow BI tidak segan-segan beli SBN karena mereka masih kurang dan butuh. Kalau ada instability mereka bisa lakukan intervensi di pasar SBN karena menjadi instrumen moneter," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 mengatakan, jika bank sentral berupaya mengoptimalisasi SBN sebagai instrumen moneter secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk menggantikan SBI dan sebagai bentuk percepatan dalam pendalaman pasar keuangan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
43 menit yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
55 menit yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
1 jam yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
1 jam yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
2 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
2 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved