Akibat OTT, DPR Khawatir Kepercayaan Masyarakat Luntur Terhadap Ditjen Pajak

Senin, 28 November 2016 - 19:23 WIB
Akibat OTT, DPR Khawatir...
Akibat OTT, DPR Khawatir Kepercayaan Masyarakat Luntur Terhadap Ditjen Pajak
A A A
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi XI Edison Betaubun mengungkapkan, terungkapnya kasus penyelewengan yang dilakukan oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), membuat pihaknya khawatir jika kepercayaan masyarakat terhadap Ditjen Pajak menjadi hilang. Pasalnya, saat ini pemerintah Indonesia sedang menggalakkan program tax amnesty.

Edison mengatakan, dengan kasus ini, bukan hal yang tidak mungkin jika masyarakat Indonesia menjadi tidak peka terhadap kinerja Ditjen Pajak Kemenkeu. Sehingga cenderung dikhawatirkan mereka akan skeptis terhadap perpajakan di Indonesia.

"OTT yang terjadi beberapa waktu lalu, kami takutkan akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap pegawai pajak menjadi hilang dan antusiasme membayar pajak menjadi turun," kata Edison di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (28/11/2016).

DPR, kata Edison, juga mengingatkan pemerintah soal program amnesti pajak. Pasalnya, tak jarang selama ini, meski mereka merasa optimistis pendapatan yang didapatkan dari program tax amnesty akan tercapai namun pada kenyataannya, Wajib pajak (WP) yang ikut baru sedikit jumlahnya.

"Itu yang selalu dikomentari oleh kami dan Menkeu tentang WP yang baru sedikit ikut tax amnesty. Dan sebagian besar tidak ikut. Nah, mereka tidak ikut ini kenapa? Apakah enggak tahu, apa memang tidak mau atau mereka ragu terhadap pegawai pajak? Itu yang harus diketahui," kata dia.

Anggota dewan dari partai Golkar ini pun mengakui, memang gaji pegawai pajak, lebih besar dibandingkan dengan profesi lain. Namun, dia juga bertanya-tanya mengapa masih terjadi praktik kecurangan, seolah mereka tidak puas dengan apa yang mereka terima setiap bulannya.

"Karena OTT ini membuat kami harus bertanya-tanya, apakah gaji dan tunjangan pegawai pajak itu masih kecil, apa harus dinaikkan? Karena menurut kami sudah berkali-kali dinaikkan bahkan pegawai pajak itu, memiliki penghasilan yang lebih tinggi dibanding profesi lain. Tapi kok bisa terjadi hal itu (OTT)? Itu pertanyaannya," pungkas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjelasan KPK Tersangka...
Penjelasan KPK Tersangka Lain Kasus Suap Pajak Belum Ditahan
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Pegawai Pajak Terseret...
Pegawai Pajak Terseret Kasus Suap, Ditjen Pajak Bentuk Tim Khusus
KPK Tahan Pejabat Ditjen...
KPK Tahan Pejabat Ditjen Pajak Dadan Ramdani
Pejabat Ditjen Pajak...
Pejabat Ditjen Pajak Dadan Ramdani Akhirnya Penuhi Pemeriksaan KPK
KPK Periksa Kepala Kantor...
KPK Periksa Kepala Kantor Pajak Madya Jakarta Timur Wahono Saputro
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
2 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
3 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
4 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
5 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
6 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved