Harga Minyak Dunia Naik 2% Jelang Pertemuan OPEC

Selasa, 29 November 2016 - 08:14 WIB
Harga Minyak Dunia Naik...
Harga Minyak Dunia Naik 2% Jelang Pertemuan OPEC
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia naik lebih dari 2% dalam perdagangan volatile setelah jatuh sebanyak 2% menutupi kerugian karena pasar bereaksi terhadap prospek dari produsen minyak utama mampu untuk menyetujui pengurangan produksi pada pertemuan Rabu.

Seperti sikutip dari Reuters, Selasa (29/11/2016), harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik USD1,02 atau 2,21% menjadi USD47,08 per barel. Sementara, harga minyak brent naik USD1,00 atau 2,12% ke level USD48,24 per barel.

Pada perdagangan pasca-penyelesaian, minyak berjangka mendapat keuntungan setelah Reuters melaporkan bahwa ahli OPEC tidak setuju pada rincian kesepakatan untuk memangkas produksi.

Perdagangan berombak setelah harga anjlok lebih dari 3% pada Jumat kemarin karena adanya keraguan atas apakah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mencapai kesepakatan untuk membantu mengekang overhang pasokan global yang mengalami penurunan hingga 50% sejak 2014.

"Pada Rabu, perdagangan akan sangat didorong oleh headline. Komentar yang keluar dari pra-pertemuan, khususnya dari Irak pagi ini, benar-benar menyetir hari ini," kata Tony Headrick dari CHS Hedging.

Pengamat pasar memperkirakan harga akan tetap stabil sampai pertemuan OPEC besok yang menawarkan jawaban pasti apakah OPEC dan produsen nonOPEC dapat menyepakati pemotongan produksi minyak.

Setelah diumumkan akan dilakukan pemotongan, harga minyak bisa naik menuju USD52 per barel. Pada Minggu kemarin, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan pasar minyak akan menyeimbangkan dirinya pada 2017 bahkan jika produsen tidak melakukan intervensi, dan yang menjaga produksi pada level saat ini bisa karena dibenarkan.

Pernyataan itu memicu perselisihan antara eksportir minyak OPEC dan nonOPEC eksportir seperti Rusia atas siapa yang harus memangkas produksi. Kemarin, OPEC berebut untuk menyelamatkan kesepakatan, dengan para analis memperingatkan koreksi harga yang tajam jika mereka gagal.

Harga melonjak sebagai menteri minyak Irak mengatakan negara itu akan bekerja sama dengan kelompok untuk mencapai kesepakatan "diterima oleh semua".

Pertemuan yang dijadwalkan Senin antara OPEC dan produsen nonOPEC dibatalkan setelah Arab Saudi menolak untuk hadir, sementara kekhawatiran atas kelayakan kesepakatan mendorong volatilitas indeks minyak mentah mendekati level tinggi dalam sembilan bulan.

Lainnya memperingatkan bahwa bahkan jika beberapa bentuk pembatasan output diumumkan setelah produsen bertemu di Wina pada Rabu, rincian penting sangat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved