Rupiah Dibuka Loyo di Level Rp13.560/USD Saat Yen Mendatar

Rabu, 30 November 2016 - 10:31 WIB
Rupiah Dibuka Loyo di...
Rupiah Dibuka Loyo di Level Rp13.560/USD Saat Yen Mendatar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka melemah, setelah kemarin ditutup memburuk. Pelemahan rupiah pagi ini saat USD stabil terhadap yen dan euro.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.563/USD. Posisi ini semakin melemah dari posisi kemarin di level Rp13.549/USD.

Sementara data Bloomberg pagi ini rupiah pada pukul 10.03 berada di level Rp13.568/USD, atau mengalami pelemahan dibanding sebelumnya di level Rp13.560/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran harian Rp13.512-Rp13.573/USD.

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan hari ini berada di level Rp13.545/USD pada pukul 10.03 WIB atau mendatar dari posisi sebelumnya di level Rp13.547/USD dengan kisaran harian Rp13.504-Rp13.570/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini, rupiah berada di level Rp13.560/USD. Posisi ini membaik dibanding kemarin yang berakhir di level Rp13.580/USD.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (30/11/2016), USD bergerak sideway terhadap yen dan euro pada pagi ini, karena pelaku pasar mencermati pertemuan OPEC yang berpotensi berpengaruh pada pasar keuangan dan membebani mata uang AS.

USD stabil terhadap yen di level 112,430, setelah pada tadi malah sempat melonjak di level 113,340 setalah data PDB AS direvisi tetapi gagal untuk mempertahankan keuntungan sebagai hasil utang AS, menjadi pendorong utama USD baru-baru ini, mernarik kembali dari posisi tertinggi dalam 16 bulan.

Euro terhadap USD sedikit berubah di level USD1,0648, hampir tidak menambah kenaikan semalam ketika menarik diri dari posisi rendah di level 1,0565. Indeks dolar tercatat flat di level 100,98 setelah merosot 0,4% pada hari sebelumnya.

Greenback telah melonjak 7% terhadap yen dan meningkat 3% terhadap euro pada November. Hal ini terdorong Donald Trump AS yang memenangkan pemilu AS pada awal bulan ini, adanya harapan untuk meningkatkan belanja fiskal, inflasi yang lebih tinggi dan lebih cepat dari pengetatan moneter oleh Federal Reserve (The Fed).

Namun, mata uang AS telah kehilangan beberapa kekuatan baru-baru ini dengan hasil Treasury menunjukkan tanda-tanda memuncak untuk saat ini. Dolar Kanada terhadap USD terakhir berdiri mendatar di level 1,3432 per dolar.

Dolar Australia terhadap USD juga mendatar di level 0,7485. Poundsterling pun ikut stabil terhadap USD di posisi 1,2490 setelah sebelumnya naik 0,6%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
16 menit yang lalu
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
1 jam yang lalu
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
2 jam yang lalu
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved