Harga Minyak Dunia Merosot Menjelang Pemotongan Produksi

Senin, 05 Desember 2016 - 09:25 WIB
Harga Minyak Dunia Merosot...
Harga Minyak Dunia Merosot Menjelang Pemotongan Produksi
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia pada awal perdagangan hari ini jatuh sebesar 1%, ketika tercatat ris Amerika Serikat (AS) lebih tinggi untuk membuat gelisah para pelaku pasar. Sementara beberapa investor masih memperhitungkan dampak terhadap rencana bersama pembekuan produksi yang akan dilakukan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Senin (5/12/2016) harga minyak mentah berjangka Brent berada di level USD53,89 per barel pada pukul 01.32 GMT, dengan penurunan sebesar 57 sen atau setara 1% dari penutupan terakhir. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga menyusut 52 sen atau setara dengan 1% ke level USD51,49 per barel.

Para pelaku pasar menilai penurunan harga tersebut dipicu oleh peningkatan produksi setelah OPEC dan negara-negara penghasil minyak lainnya yang non-OPEC seperti Rusia sepakat mengurangi produksi minyak mereka pada 2017, mendatang. Pemotongan produksi tersebut bertujuan untuk mencegah banjir pasokan Internasional yang kerap terjadi dalam dua tahun terakhir.

Di sisi lain perusahaan-perusahaan energi AS menggenjor pengeboran dan menambah kilang baru dalam tujuh pekan terakhir. "Menghitung rig minyak AS terus reli sepanjang pekan ini dengan 3 rig. Sejak tanggal 27 Mei 2016, produsen telah menambahkan 161 rig minyak (atau berperan 51%) di AS," bunyi pernyataan dari Goldman Sachs.

Secara keseluruhan, Goldman mengatakan produksi akan mengalami penurunan di akhir tahun ini sebesar 620.000 barel per hari (bpd) untuk kemudian kembali naik tahun depan 55.000 bpd. Dengan peningkatan produksi AS, semakin menekan setelah upaya OPEC dan Rusia dalam pembekuan produksi kemungkinan bisa tidak berjalan lancar. Laporan rata-rata harian Rusia mencapai 11.21 juta bpd pada November atau tertinggi hampir dalam 30 tahun.

Moskow telah sepakat untuk memotong produksi mereka sebesar 300.000 bpd pada awal 2017. Pelaku pasar menilai dengan pemotongan tersebut, output diyakini akan tetap lebih tinggi daripada posisi puncak banjir pasokan pada paruh pertama tahun 2016. Arab Saudi dan Kuwait diprediksi akan melanjutkan produksi minyak mereka bulan ini dengan potensi 300.000 barel dalam output harian untuk memberikan tekanan ke pasar internasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
18 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
49 menit yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved