Harga Minyak Dunia Balik Menyusut sejak OPEC Kurangi Produksi

Rabu, 07 Desember 2016 - 09:29 WIB
Harga Minyak Dunia Balik...
Harga Minyak Dunia Balik Menyusut sejak OPEC Kurangi Produksi
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia berakhir lebih rendah untuk pertama kalinya sejak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) sepakat mengurangi produksi mereka pada 30 November lalu. Pelemahan yang tidak terlalu besar, diyakini terimbas keraguan beberapa pihak produsen minyak dunia akan solid dalam upaya mengurangi pasokan.

Dilansir Reuters, Rabu (7/12/2016) harga minyak mentah berjangka Brent meluncur sebesar USD1,01 untuk menetap pada level USD53,93 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 86 sen menjadi USD50,93 per barel. Pergerakan harga minyak telah melonjak lebih dari 15% dalam empat sesi sejak OPEC menggelar pertemuan, 30 November lalu.

"Ini hari pertama jatuhnya harga minyak dalam lima hari belakangan sebagai reaksi terhadap berita bahwa OPEC sempat mencetak rekor tertinggi bulan lalu," terang Presiden Konsultan Energi WTRG James Williams di Arkansas.

OPEC sendiri sempat mencatat rekor lainnya pada November, ketika produksi naik menjadi 34,19 juta barel per hari (bpd) dari 33.82 juta bpd pada Oktober, berdasarkan survei Reuters. Harga minyak perlahan mulai menunjukkan perbaikan setelah OPEC sepakat pembekuan produksi, meski ternyata tidak bertahan cukup lama. Sebagai bagian dari keputusan pekan lalu, OPEC mengatakan produsen minyak utama di luar grup akan memotong produksi mereka sebesar 600.000 bpd.

Sementara OPEC secara keseluruhan akan mengurangi produksi hingga di atas 1,2 juta bpd dalam upaya mengendalikan pasokan Internasional. Beberapa negara di luar keanggotaan dan OPEC sendiri kembali dijadwalkan bakal menggelar pertemuan pekan ini untuk merampungkan beberapa persyaratan.

Rusia melaporkan produksi minyak rata-rata pada bulan November mencapai 11.21 juta bpd, tatau hampor mendekati posisi tertinggi dalam 30 tahun. Itu berarti produksi yang dihasilkan OPEC dan Rusia scukup untuk menutupi hampir setengah dari permintaan minyak global, yakni hanya di atas 95 juta bpd. Pengamat sendiri menilai keputusan OPEC masih harus diuji, ketika Arab Saudi telah berjuang meningkatkan produksi dalam perebutan pasar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
7 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
7 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
8 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
9 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
Harga Tiket Indonesia...
Harga Tiket Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved