Nilai Investasi di Yogyakarta Sangat Minim

Rabu, 07 Desember 2016 - 15:12 WIB
Nilai Investasi di Yogyakarta...
Nilai Investasi di Yogyakarta Sangat Minim
A A A
YOGYAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat investasi yang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih sangat kecil dibanding daerah lainnya di Pulau Jawa dan Bali. Hal ini harus dievaluasi, karena berbagai upaya telah dilakukan pemerintah setempat untuk meningkatkan kemudahan investasi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Yogyakarta, Arief Budi Santosa mengungkapkan, meski lebih dari 50% investasi yang masuk ke Indonesia baik Penanaman Modal Asing (PM) ataupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebagian besar atau 50% lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa namun yang masuk ke DIY sangat kecil.

Pihaknya mencatat nilai investasi yang masuk ke DIY kurang dari 0,5% dari seluruh investasi di Indonesia. "Hingga September, total jumlah investasi dalam negeri yang masuk ke DIY hanya sebesar Rp937 miliar," kata dia di Yogyakarta, Rabu (7/11/2016).

Sebenarnya, nilai investasi tersebut meningkat dibanding jumlah investasi ke DIY pada 2015. Di mana nilai investasi dalam negeri yang masuk ke DIY mencapai Rp362 miliar, namun jumlah investasi asing menurun dibanding 2015. BI mencatat, jumlah investasi asing ke DIY 2015 mencapai USD89 juta.

Nilai investasi asing 2016 mengalami penurunan cukup drastis, karena hingga akhir September 2016, BI mencatat nilai investasi hanya USD18 juta. Turunnya jumlah investasi asing merupakan salah satu indikasi masih lemahnya perbaikan ekonomi global.

Di sisi lain menunjukkan bahwa perekonomian mampu tumbuh seiring kuatnya perekonomian dalam negeri. Selama ini investasi menjadi pendorong utama ekonomi DIY setelah konsumsi. Investasi menjadi pendorong nomor dua sebesar 30% ekonomi DIY selama ini, porsi konsumsi kontribusinya 70% dari total PDRB DIY.

Menurutnya, jika ingin ekonomi tumbuh lebih tinggi maka peranan yang harus ditingkatkan adalah investasi. "Kontribusi investasi terhadap PDRB terbesar kedua, tetapi porsi besar tersebut tidak diimbangi dengan besarnya nilai investasi yang masuk ke DIY," paparnya.

Arief menuturkan, terdapat beberapa sektor utama yang diminati investor. Bagi investor dalam negeri, sektor perumahan, hotel dan restoran, industri tekstil dan perdagangan merupakan setor yang cukup diminati. Sementara bagi investor asing, perdagangan, industri kertas, industri tekstil, hotel dan restoran merupakan sektor tujuan investasi.

Dia mengatakan, tiga sektor yang merupakan pasar utama investasi baik dalam negeri maupun asing adalah sektor hotel dan restoran, perdagangan dan industri tekstil. Berdasarkan fakta tersebut, maka pihaknya yakin jika pariwisata yang diwakili sektor hotel dan restoran serta perdagangan merupakan sektor berpotensi untuk terus dikembangkan.

"Pemerintah harus lebih kreatif lagi menggarap sektor pariwisata agar berkembang dengan baik," ujarnya.

Wakil Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Yogyakarta Bidang Humas, Ilham Nur Muhamad mengakui iklim investasi terutama industri perumahan tahun ini mengalami pelemahan. Daya beli masyarakat yang belum pulih mengakibatkan para investor belum begitu besar menanamkan modalnya di sektor ini.

Ilham berharap ada beberapa kemudahan yang bisa diberikan kepada investor agar mereka bersedia menanamkan modalnya di DIY. "Insentif pajak dan kemudahan dalam perizinan menjadi salah satu faktor penentu investasi juga," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sukuk Ritel SR016 Bakal...
Sukuk Ritel SR016 Bakal Dirilis, Investasi Syariah yang Aman dan Dijamin Negara
Fajar Hasan: Sultra...
Fajar Hasan: Sultra Perlu Kawasan Ekonomi Baru
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Apartemen NexCity Punya...
Apartemen NexCity Punya Beragam Benefit sebagai Hunian Idaman di Jogja
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Sektor Investasi di...
Sektor Investasi di Indonesia Diyakini Berada Pada Jalur yang Tepat
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved