Donald Trump Terpilih, Surat Utang Indonesia Diminati Investor

Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:37 WIB
Donald Trump Terpilih,...
Donald Trump Terpilih, Surat Utang Indonesia Diminati Investor
A A A
JAKARTA - Indonesia menjadi negara pertama pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) yang menerbitkan surat utang global berdenominasi dolar AS (USD) dengan target penjualan sebesar USD3,5 miliar. Transaksi penjualan surat utang tersebut tercatat mengalami kelebihan permintaan sebesar 3,4 kali dari target.

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan, penerbitan surat utang global kali ini mendapat reaksi positif dari investor. Padahal, kondisi pasar keuangan pasca terpilihnya Trump mengalami gejolak atau volatil.

"Setelah pemilu AS, belum ada negara yang menerbitkan global bond. Kita cukup berani karena kita cukup dikenal karena fundamental ekonomi kita kuat. Makanya mereka (investor) melihat ini sebagai kesempatan," kata Robert kepada media di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/12/2016).

Robert mengatakan, pihaknya menerbitkan tiga seri utang, yakni RI022 dengan tenor 5 tahun dan imbal hasil (yield) 4%, RI0127 dengan tenor 10 tahun dengan imbal hasil 4,75%, dan RI0147 dengan tenor 30 tahun dengan imbal hasil 5,7%. Adapun besaran yang dialokasikan untuk tiap seri masing-masing USD750 juta, USD1,25 miliar, dan USD1,5 miliar.

"Pemesanan saat lelang sempat menyentuh USD13,1 miliar kemudian tutup lelang USD12 miliar. Atas jumlah pemesanan yang tinggi, waktu kita tutup, itu kita bisa kurangi yieldnya. Tenor 5 tahun itu jadi 3,75%, 10 tahun jadi 4,4%, tenor 30 tahun jadi 5,3%. Ini adalah dampak respons positif investor sehingga kita punya kesempatan untuk mengurangi yield," terangnya.

Selain imbal hasil yang dibayarkan lebih rendah, Robert juga senang karena surat utang global Indonesia cukup kompetitif dengan surat utang AS karena gap antara keduanya lebih kecil dibanding tahun lalu. Kebijakan ekonomi Trump yang mendongkrak imbal hasil surat utang AS tidak menyurutkan minat investor global, termasuk AS, untuk membeli surat utang global pemerintah Indonesia.

Penerbitan surat utang kali ini memperoleh rating BBB- (stabil) dari Fitch dan Baa3 (stabil) dari Moody's. Adapun join lead manager dan join bookrunners yang mengawal transaksi ini adalah Bank of America Merryll Lynch, Citigroup, HSBC, dan Standard Chartered Bank, serta bertindak sebagai co-Managers adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia. Penerbitan ini dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Optimalkan Layanan Transaksi...
Optimalkan Layanan Transaksi SBN, BCA Sabet 3 Penghargaan dari Kementerian Keuangan
Pemerintah Terbitkan...
Pemerintah Terbitkan SBN Ritel, Moduit Ajak Masyarakat Investasi dan Berkontribusi untuk Negeri
Diguncang Tarif Trump,...
Diguncang Tarif Trump, Rupiah Merana dan Surat Utang RI Tertekan
Berbagi Beban, BI Borong...
Berbagi Beban, BI Borong Surat Utang Pemerintah Rp457 Triliun
Beli Surat Utang Negara...
Beli Surat Utang Negara Dijamin Halal, Hasilnya Dipakai Buat Penanganan Covid-19
Lelang Surat Utang,...
Lelang Surat Utang, Sri Mulyani Kantongi Rp8,22 Triliun
Berita Terkini
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
24 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
29 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
32 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
47 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
1 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved