China Masih Dominasi Impor Nonmigas Indonesia

Kamis, 15 Desember 2016 - 14:38 WIB
China Masih Dominasi...
China Masih Dominasi Impor Nonmigas Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menuturkan, tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar ke Indonesia periode Januari-November 2016 adalah China senilai USD27,55 miliar (26,04%), Jepang USD11,84 miliar (11,20%) dan Thailand sebesar USD7,95 miliar (7,52%). Pangsa pasar impor nonmigas dari ASEAN sebesar 21,57% dan dari Uni Eropa 9,18%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, secara kumulatif nilai impor Indonesia Januari-November 2016 mencapai USD122.858,5 juta atau turun dari USD7.759,0 juta (5,94%) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

(Baca: BPS Catat Neraca Perdagangan November Surplus USD840 Juta)

Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing USD5.742,1 juta (25,17%) dan USD2.016,9 juta (1,87%). Penurunan impor migas disebabkan turunnya nilai impor minyak mentah USD1.252,5 juta (16,93%), hasil minyak USD4.203,4 juta (30,91%), dan gas USD286,2 juta (15,77%).

"Pangsa impor masih dari China dengan nilai USD27,55 miliar atau 26,04%. Menariknya, kalau dibanding Januari sampai November 2015 naik. Padahal, total impor kita sekarang turun," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Dia menuturkn, nilai impor Indonesia November 2016 tercatat sebesar USD12,66 miliar atau naik USD1.150,3 juta (10,00%) dibanding Oktober 2016. Peningkatan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar USD214,6 juta (13,89%) dan USD935,7 juta (9,39%).

(Baca: Swasembada Masih Tersendat meski Impor Barang Konsumsi Naik)

Menurutnya, peningkatan impor migas dipicu naiknya nilai impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah USD12,9 juta (2,53%), hasil minyak USD122,4 juta (13,62%), dan gas USD79,3 juta (58,27%).

"Dalam waktu setahun, mulai Oktober atau sejak September 2016 kondisi impor bulanan sudah melebihi 2015. Tadinya nyaris selalu di bawah. September mulai ada peralihan titik balik. Impor bulanan tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu baik impor total atau nonmigas, ini sejak September 2016. Trennya sedang menuju tren normal," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
1 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
9 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
10 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
10 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
11 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved