Google Bakal Diseret ke Penjara jika Ngotot Tak Bayar Pajak

Rabu, 21 Desember 2016 - 14:54 WIB
Google Bakal Diseret...
Google Bakal Diseret ke Penjara jika Ngotot Tak Bayar Pajak
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa Google hingga saat ini belum menunjukkan itikad baik untuk membayar tunggakan pajaknya. Jika mereka tetap ngotot tidak mau membayar tunggakannya tersebut, maka pemerintah terpaksa memenjarakan raksasa internet asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

(Baca: Darmin Sebut Seluruh Dunia Terlambat Tangani Pajak Google)

Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, pihaknya tidak akan memberikan perlakuan berbeda terhadap Google mengenai kasus pajaknya. Pemerintah akan memperlakukan Google sama dengan wajib pajak di dalam negeri.

"Soal Google itu sama dengan Wajib Pajak dalam negeri lainnya ya. Kalau menjadi wajib pajak dalam negeri ya perlakuannya sama," kata dia di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Saat ini, kasus pajak Google telah ditingkatkan statusnya dari sebelumnya negosiasi (tax settlement) menjadi penyidikan (preliminary investigation). Hal ini karena Google memberikan dokumen neraca keuangan yang berbeda dengan yang dimiliki Ditjen Pajak.

"Sekarang sedang ditingkatkan ke tingkat penyidikan, bukti permulaan. Karena data yang kita miliki tidak sesuai dengan apa yang mereka sampaikan. Itu saja," imbuh Ken.

(Baca: Ditjen Pajak Tutup Pintu Damai untuk Google)

Pihaknya berharap, sebelum akhir tahun perusahaan over the top (OTT) tersebut akan membayar tunggakan pajaknya. Jika tidak, maka terpaksa akan menyeret Google ke penjara.

"Kalau sudah punya tunggakan, dan dia enggak bayar, nanti urusannya sama ke Kasubdit Penangkapan. Ya bisa dimasukkan ke penjara juga. Jadi perlakuannya sama, karena sama-sama subjek pajak dalam negeri," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
28 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
46 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
55 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
1 jam yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
1 jam yang lalu
Infografis
Siap-siap, Nunggak Bayar...
Siap-siap, Nunggak Bayar Pajak Tak Bisa Urus SIM hingga Paspor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved