Tak Bayar Pajak, Sri Mulyani Harap Google Hormati Indonesia

Kamis, 22 Desember 2016 - 11:23 WIB
Tak Bayar Pajak, Sri...
Tak Bayar Pajak, Sri Mulyani Harap Google Hormati Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap Google menghormati kebijakan yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan cara taat membayar pajak.

Menurutnya, Google menanamkan investasi dan membangun bisnis di Indonesia. Sehingga, perusahaan asal Amerika Serikat ini harus patuh dengan aturan perpajakan yang ada. (Baca: Google Bakal Diseret ke Penjara jika Ngotot Tak Bayar Pajak).

"Kita tidak lakukan tindakan yang akan membuat investor tidak percaya. Anda (Google) create di sini, investasi di sini, hormati, oleh karena itu mereka pahami, hormati keputusan itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Kendati demikian, mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut menyampaikan, bisnis Google di Tanah Air juga membawa beberapa manfaat. Teknologi yang diberikan memberikan nilai tersendiri bagi masyarakat.

"Kalau asalnya dari Indonesia, sumbernya di Indonesia, kita akui mereka bawa teknologi, nama, perangkat, manfaat dari search engine itu," kata Sri.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya menutup pintu damai ‎untuk Google. Pasalnya, Google dinilai tidak memiliki iktikad baik untuk berdamai. (Baca: Ditjen Pajak Tutup Pintu Damai untuk Google).

Mereka justru menawarkan penyelesaian kasus tunggakan pajak (tax settlement) dengan nilai lebih kecil dari yang diajukan Ditjen Pajak.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Khusus Muhammad Hanif mengungkapkan, pada pertengahan Desember 2016, pihaknya bertemu dengan Google‎ Singapura yang datang secara mendadak atas perintah Google Amerika Serikat (AS).

Dia bermaksud untuk menegosiasikan tunggakan pajak atas kegiatannya di Indonesia. "‎Dia (Google Singapura) datang mendadak diperintah dari AS, enggak ada janji. Saya mau negosiasi sekarang. Kita rapat besar dengan tim auditor," katanya di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Darmin Sebut Seluruh Dunia Terlambat Tangani Pajak Google
Menolak Diperiksa, Google Bakal Kena Denda Pajak 400%
Google Didesak Terbuka Soal Tunggakan Pajak di Indonesia
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Netflix hingga Google...
Netflix hingga Google Cs Setor Pajak ke Sri Mulyani Rp13,29 Triliun
Dikritik Soal Pajak,...
Dikritik Soal Pajak, Sri Mulyani Maju Terus Pantang Mundur
Sri Mulyani Resmi Tarik...
Sri Mulyani Resmi Tarik Pajak Pengguna WeTransfer & OffGamers
Kick Off Sosialisasi...
Kick Off Sosialisasi UU HPP, Sri Mulyani: Reformasi Pajak Dibutuhkan
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Akal Bulus Perusahaan Hindari Pajak
Masih Seret, hingga...
Masih Seret, hingga Agustus Penerimaan Pajak Minus 15,6%
Berita Terkini
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
6 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
6 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
7 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
7 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
7 jam yang lalu
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved