Peredaran Uang di Perbatasan Picu Peningkatan Ekonomi

Jum'at, 23 Desember 2016 - 20:34 WIB
Peredaran Uang di Perbatasan...
Peredaran Uang di Perbatasan Picu Peningkatan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus berupaya meningkatkan penggunaan rupiah yang layak edar di wilayah perbatasan. Salah satu langkah yang dilakukan dengan meningkatkan program kas keliling.

Upaya Bank Indonesia ini dinilai sangat positif. Bahkan dengan peningkatan penggunaan rupiah yang layak di wilayah perbatasan, dapat meningkatkan ekonomi wilayah perbatasan itu sendiri.

"Di perbatasan itu kan ada yang transaksi menggunakan dua mata uang. Kalau rupiah semakin banyak yang beredar, berarti nilai rupiah akan semakin kuat. Itu bisa meningkatkan ekonomi secara tidak langsung," kata Direktur dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati kepada wartawan, Jumat (23/12/2016).

Tidak hanya itu, dengan semakin banyaknya masyarakat perbatasan menggunakan rupiah, maka neraca perdagangan di wilayah yang bersangkutan dapat tercatat dengan baik. Dengan begitu bisa menjadikan dasar potensi ekonomi di wilayah tersebut. "Memang sekilas sederhana, tapi dampaknya sangat besar," tegas Enny.‎

Demi meningkatkan penguatan penggunaan rupiah di wilayah perbatasan‎, Bank Indonesia, salah satunya melalui Kantor Perwakilan (KPW) Kalimantan Barat akan meningkatkan jumlah kas keliling.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Dwi Suslamanto menjelaskan, t‎ahun ini Bank Indonesia KPW Kalbar juga telah menyelenggarakan 13‎ kas keliling di 13 lokasi yang berbeda dengan jumlah yang sudah diedarkan mencapai Rp29 miliar.

Dwi menambahkan, program kas keliling ini setiap tahun akan terus ditingkatkan. Rencananya pada 2017 akan ada 15 kali kas keliling, beberapa diantaranya akan dilaksanakan di daerah baru yang sebelumnya belum pernah dijangkau. Yaitu di daerah Nanga Tayab yang berada di Kabupaten Ketapang.

"Tahun depan kami akan sasar daerah-daerah yang tidak tersentuh dengan alat transportasi biasa. Kami akan gunakan perahu atau motor yang ada gerobaknya di belakang," jelas Dwi.

Tak hanya mengandalkan kas keliling, Bank Indonesia juga bekerja sama dengan Bank Kalimantan Barat (Kalbar) dalam menyelenggarakan Kas Titipan. Dengan program ini maka Bank Indonesia bisa menitipkan sejumlah rupiah yang layak edar untuk bisa didistribusikan ke warga perbatasan.‎

‎Sebelumnya, dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia 2016, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan di sisi pengelolaan uang rupiah (PUR), BI terus mendorong clean money policy hingga ke wilayah terpencil dan terluar melalui masterplan Centralized Cash Network Plan (CCNP).

"Selain itu Bank Indonesia akan meningkatkan kualitas jaringan dan kapabilitas dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia di tingkat provinsi maupun kota guna meningkatkan value proposition yang dimiliki, khususnya dalam menjalankan tugas di bidang moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah," kata Agus.

Selama 2016 sendiri, BI telah melaksanakan program kas keliling yang salah satunya bertujuan menggantikan uang lusuh dan tak layak edar di seluruh provinsi, terutama wilayah perbatasan terluas. Hal ini akan terus dilakukan bank sentral sebagai upaya menjaga kedaulatan bangsa.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
6 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
8 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
8 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
9 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
9 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved