Pertumbuhan PDB Inggris Kuartal Ketiga Direvisi

Sabtu, 24 Desember 2016 - 20:11 WIB
Pertumbuhan PDB Inggris...
Pertumbuhan PDB Inggris Kuartal Ketiga Direvisi
A A A
LONDON - Perekonomian Inggris tumbuh sebesar 0,6% pada kuartal ketiga, menurut angka resmi lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan untuk periode Juli hingga September awalnya telah diperkirakan sebelumnya sebesar 0,5%.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (24/12/2016) data baru dari Kantor Nasional Statistik Inggris (ONS) menyatakan bahwa sektor bisnis dan keuangan diperkirakan akan lebih aktif daripada sebelumnya. ONS juga mengatakan bahwa pertumbuhan pada kuartal ketiga tahun ini dibantu oleh penguatan permintaan sektor konsumen.

Meski begitu ONS memangkas perkiraan pertumbuhan pada kuartal pertama dan kedua tahun ini. Saat ini dikatakan ekonomi tumbuh sebesar 0,3% di kuartal pertama, dibandingkan sebelumnya kokoh 0,4%. Serta memotong estimasi untuk pertumbuhan kuartal kedua menjadi 0,6% dari 0,7%.

Ekonom Inggris dari Capital Economics Ruth Gregory mengatakan, angka-angka menerangkan bahwa keputusan Brexit yakni keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) akan memberikan sedikit dampak pada ekonomi. Dia juga menerangkan pertumbuhan pada kuartal terakhir tahun ini lebih positif.

"Perekonomian Inggris mencari cara lebih kuat setelah referendumm, daripada yang diperkirakan sebelumnya. Pertumbuhan PDB di Q3 direvisi naik dari 0,5% menjadi 0,6% dan tingkat pertumbuhan 0,7% dilihat di kuartal kedua direvisi turun jadi 0,6%. Hal ini memperlihatkan ekonomi tidak tertinggal terlalu jauh setelah referendum," terangnya.

Data lebih lanjut dari ONS menunjukkan bahwa sektor jasa di Inggris yang menyumbang hampir 80% dari total perekonomian naik sebesar 0,3% di Oktober dari bulan sebelumnya. ONS Statistik Darren Morgan mengatakan: "Permintaan konsumen yang kuat terus membantu perekonomian Inggris terus tumbuh pada kuartal ketiga tahun 2016. Pertumbuhan sedikit lebih kuat daripada perkiraan pertama, meskipun, karena output yang lebih besar dalam sektor keuangan," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
5 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
54 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved